#pilkades#kecurangan#mediasi#lamsel#beritalampung

Diduga Ada Kecurangan Pilkades, Dua Desa di Lamsel Lakukan Mediasi

( kata)
Diduga Ada Kecurangan Pilkades, Dua Desa di Lamsel Lakukan Mediasi
Proses mediasi pascaPilkades di Ruang Kerja Camat Palas, Lampung Selatan, Kamis (4/7/2019). (Foto:Lampost/Armansyah)

KALIANDA (Lampost.co)--Diduga ada kecurangan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Desa Bumidaya dan Kalirejo, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, lakukan mediasi di Kantor Camat setempat, Kamis (4/7/2019). Mediasi itu melibatkan para calon, panitia Pilkades dan BPD masing-masing desa. 

Berdasarkan pemantauan Lampost.co, mediasi dihadiri Kabag Otda Lamsel Setiawansyah, Plt. Kasubbag Pemerintah Desa dan Kelurahan Bagian Otda Lamsel, Rudi Akbarta, Camat Palas Rika Wati, Kapolsek Palas Iptu M. Sariakip.
Untuk Desa Bumidaya, mediasi digelar karena adanya dugaan ketidaknetralan panitia Pilkades tingkat desa saat pelaksanaan Pilkades 26 Juni lalu. Namun, setelah mediasi para calon kepala desa belum menerima dan akan tetap melanjutkan permasalahan tersebut. 

Sedangkan, untuk Desa Kalirejo mediasi tentang adanya dugaan money yang dilakukan salah satu calon Kades. Para calon Kades meminta tindaklanjut atas temuan dugaan money politik tersebut. 

Calon Kades Kalirejo, Muhroji mengatakan pada dasarnya ia menerima atas kekalahannya dalam ajang pesta demokrasi tingkat desa itu. Namun, ia menuntut adanya temuan dugaan money politik yang dilakukan calon kades nomor urut 01 Budiyono.  
"Saya telah terima atas kekalahan. Tapi, pada malam hari usai Pilkades kami menemukan adanya dugaan politik uang, berupa rekaman video dan lainnya. Kami menduga kemenangan Pak Budi dibalut dengan kecurangan. Saya menuntut Pak Budi harus didiskualifikasi," kata dia. 

Sementara itu, Sumiri, calon Kades nomor urut 1 mengatakan ia bersama calon kades lainnya menduga adanya keberpihakan panita pilkades setempat. Dimana, pada saat proses pelaksanan Pilkades 26 Juni 2019 lalu, Panitia seolah secara sengaja mengulur waktu proses pemungutan suara.
"Panitia seolah-olah dengan unsur sengaja mengulur waktu proses pemungutan suara. Sebab, hingga waktu pemungutan suara berakhir masih banyak masyarakat yang tidak dipanggil untuk mencoblos. Padahal sudah mengumpulkan surat undangan," kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, mediasi tingjat kecamatan masih berlangsung di ruang kerja Camat Palas. 

Armansyah

Berita Terkait

Komentar