#PTLIP#sedotpasir#beritalampung

Didatangi Masyarakat, PT LIP Tetap Lanjut Sedot Pasir

( kata)
Didatangi Masyarakat, PT LIP Tetap Lanjut Sedot Pasir
Warga mendatangi KM Mehad 1 meminta PT LIP setop sedot pasir. Lampost.co/dok

Bandar Lampung (Lampost.co) --   Kapal Motor Mehad 1 yang dipergoki warga dan LSM, berada di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi pada Sabtu malam,  23 November 2019 ternyata milik PT Lautan Indah Persada (LIP) .

Melihat  itu, warga, LSM dan pegiat lingkungan, termasuk Walhi Lampung,  Himpunan nelayan,  masyarakat  adat,  beserta Pol Air menyambangi kapal tersebut, pada Minggu, 24 November 2019 sekitar pukul 11.00. Mereka menghampiri KM Mehad 1  menggunakan 6 kapal nelayan.

"Kita minta setop dan tinggalkan perairan,  karena sudah ditemukan  adanya pasir sekitar 5 kubik yang disedot di kapal tersebut, mereka mulai sedot pasir dari pukul ,  pagi," ujar  Ruslando dari LSM Amak Lamsel, Minggu, 24 November 2019.

Berita Terkait: Walhi Desak Pemprov Cabut Izin Sedot Pasir PT LIP

Di kapal tersebut, masyarakat  bertemu dengan  orang yang bernama Stephen,  yang mengaku Direktur  dari PT Lautan Indah Persada.

Warga pun meminta penyedotan pasir disetop,  dan segera tinggalkan perairan,  namun Stephen bersikeras menolak.

"Dia beralasan punya izin dari provinsi, dia bertahan dia benar,  kita ajak ke darat,  dia enggak mau," katanya. 

Saat ini,  pipa penyedot pasir sudah ditarik dari dasar laut yang kedalamannya mencapai 30 meter,  dengan posisi sekitar 2,5-3 mil dari pulau sebesi. 

" Kami minta segera pergi, kalau enggak jangan salahkan masyarakat  pakai cara yang kurang  santun,  karena kita awalnya sudah santun, " katanya. 

Selain itu, masyarakat sudah meminta sebelumnya pada Sabtu malam, agar Dinas Perhubungan turun langsung ke lokasi bersama masyarakat.Namun pihak terkait menjawab harus bersurat resmi sesuai  dengan prosedur.  

Kemudian, mereka juga sudah berkoordinasi dengan Plt Bupati Lampung  Selatan,  Nanang,  namun jawaban  yang didapat hanya,  informasi tersebut  akan disampaikan ke pusat. 

"Yang anehnya, dari semalem itu sama tadi pagi, ada dua anggota Pol Air backup kapal itu,  tapi kita enggak tahu dari polda mana," katanya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar