#penebanganhutan#hutan

Dibayar Rp6 Juta, Empat Pengangkut Kayu Ilegal Diringkus

( kata)
Dibayar Rp6 Juta, Empat Pengangkut Kayu Ilegal Diringkus
Kayu sonokeling sebanyak 8 kubik yang diamankan tim gabungan Satreskrim Polres Tanggamus. Dok Polres


Kotaagung (Lampost.co) -- Satreskrim Polres Tanggamus meringkus empat pelaku penebang liar di kawasan Register 27 Kecamatan Cukuh Balak, Sabtu, 30 Januari 2021, sekitar pukul 02.30 WIB. Dalam penangkapan itu petugas turut menyita dua truk yang mengangkut 8 kubik kayu sonokeling yang diangkut menggunakan dua truk.

Keempatnya adalah Suhadi (46) dengan kenek berinisial DK (17), warga Daya Murni, Kecamatan Gunung Agung, Tulangbawang, yang mengangkut kayu menggunakan truk Isuzu BE 9147 FI. Lalu dari truk Colt Diesel AA 1995 GD, didapati  tersangka Adi Sulistio (32) dan kenek Rangga Saputra (24), warga Cengang, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Kasat Reskrim, Iptu Ramon Zamora, menjelaskan tersangka mengangkut kayu diduga hasil pembalakan liar. Perbuatan itu melibatkan broker angkutan di Bandar Lampung yang memerintahkan kedua sopir mengirimnya ke Kecamatan Limau, Tanggamus.

Untuk mengelabui petugas, tersangka melakukan pengangkutan pada waktu dinihari dari jalan yang jauh pada pemukiman masyarakat. Komplotan tersebut dibekuk usai petugas mendapatkan informasi masyarakat adanya pembalakan liar.

Atas informasi tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan di area dan jalur perlintasan pembalakan liar tersebut hingga ditemukan dua kendaraan tersebut. "Kedua truk diamankan di wilayah Kecamatan Limau," kata Ramon Zamora, Minggu, 31 Januari 2021.

Atas pengungkapan kasus itu, pihaknya terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap tersangka guna mengetahui pemilik kayu. “Untuk tersangka kami jerat Pasal 83 UU RI Nomor 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” ujarnya.

Dihadapan petugas, tersangka Adi Sulistio mengaku diperintahkan seseorang inisial A untuk datang ke Kecamatan Limau guna mengangkut kayu sonokeling dengan bayaran Rp6 juta untuk dibawa ke Boyolali.

Dia pun mengaku jika barang yang diangkut merupakan kayu sonokeling. Namun, ia tetap berangkat mengikuti truk Isuzu BE 9147 FI yang dikemudikan Suhadi. Sebab, rekannya tersebut menjamin barang ilegal itu aman dari pantauan petugas. "Saya awalnya tidak tau tempat pengangkutan. Namun ada mobil satunya yang tau jalan dan saya hanya ikuti sesuai perintah A," tutupnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar