#jalanlayang#flyover#pembangunan

Dibangun Jalan Layang, Pedagang Mengeluh Dagangan Sepi

( kata)
Dibangun Jalan Layang, Pedagang Mengeluh Dagangan Sepi
Pedagang makanan di sekitar lokasi pembangunan jalan layang Untung Suropati. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co): Sejumlah pedagang dibawah jalan layang atau fly over di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Tanjungsenang mengeluhkan dagangan mereka sepi akibat dampak dari pembangunan jalan layang itu.

Woyo (41) pedagang dilokasi itu mengaku omzet penjualannya menurun."Lumayanlah mas, biasanya pendapatan kotor saya kisaran Rp250-300 ribu. Namun beberapa bulan terakhir tidak sampai segitu hanya mendapatkan kisaran Rp200 ribu per hari, bersihnya hanya Rp50 ribu saja mas," ujarnya saat ditemui di pangkalan berjualannya, Kamis, 20 Februari 2020.

Woyo mengaku walaupun pendapatan menurun, namun ia tetap bersyukur untuk mencari uang bagi kebutuhan sehari-hari.

Budi (37) salah satu warag setempat mengaku pembangunan yang ada di Bandar Lampung ini khususnya pembangunan fly over sangat baik untuk menekan kemacetan akibat jumlah kendaraan roda dua maupun roda empat terus bertambah.

Lisa (43) seorang pedagang buah juga merasakan dampak pembangunan fly over dengan omzet penjualan buah yang kian menurun. Dia mengatakan pelanggannya sebagian besar merupakan pemakai kendaraan roda empat. Namun, akibat adanya pembangunan fly over membuat akses kendaraan susah ke lokasi berdagangnya.

"Iya mas, beberapa bulan ini pembeli cukup sepi. Biasanya sehari saya mampu menjual 10 kg buah, namun saat ini hanya 5 kg buah saja. Tapi lumayanlah buat bantu-bantu beban suami saya, dari pada saya makan tidur di rumah menambah beban suami," ujarnya.

Saat ini akses jalan layang belum bisa dilalui dikarenakan pembangunan belum rampung 100 persen.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar