#hutang#bacok#beritalampung

Dibacok Penagih Utang, Agung Datangi Mapolsek Kedaton

( kata)
Dibacok Penagih Utang, Agung Datangi Mapolsek Kedaton
Barang bukti yang ditunjukkan oleh aparat di Mapolsek Kedaton, Rabu (9/1/2019). (Foto : Lampost.co/ Asrul)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--nit Reskrim Polsek Kedaton menangkap dua pelaku penganiayaan berat. Korbannya, Agung (34), warga Jalan Sultan Haji, Kelurahan Tanjungsenang.

Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Muthalib mengatakan dua pelaku yang ditangkap yakni Ali (34), warga Gunungsulah, Way Halim, dan Rudi (35), warga Sepangjaya, Labuhanratu. Pelaku dibekuk di kediamannya pada Rabu (8/1/2019) malam.

Pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban, pada Sabtu (29/12/2018), di kediamannya.

"Jadi kami kaget, kalau korban datang dalam keadaan bersimbah darah, ternyata dia dianiaya pakai sajam (senjata tajam), langsung kami tindak, buat laporan, cari saksi, dan kejar pelaku," kata dia.

Korban dibacok dua pelaku lantaran motif utang. Keduanya diminta tolong untuk menagih utang ke korban. "Soal nagih utang, ada cekcok," ujarnya.

Abdul menjelaskan pelaku ini ternyata diperintah oleh Rita, warga Gang Damai, Tanjungsenang, yang telah memberi utang kepada korban Agung sebesar Rp3,9 juta. Tersangka dijanjikan utang tersebut akan dibagi dua antara Rita dan kedua pelaku. Rita sudah menjalani pemeriksaan untuk diketahui motifnya menyewa orang untuk menagih utang.

"Saat ini dia (Rita) masih kami dalami, tapi tidak menutup kemungkian bisa jadi tersangka, tergantung pengembangan hasil penyelidikan. Kedua tersangka adalah residivis, untuk Ali kasus 363 (pencurian) dan Rudi 380 (pembunuhan), keduanya dijerat Pasal 170 KUHP," kata dia.

Sementara itu, tersangka Ali mengaku yang telah menusuk korban beberapa kali. Ali pun menjelaskan awalnya ia nekat menusuk lantaran korban sempat menantangnya. "Dia malah ngajak ribut bahkan sampai menggebrak meja, engak banyak omong saya tusuk Pak," ujarnya.

Setelah menusuk, kata Ali, korban sempat terjatuh dan berusaha melawan dengan menendangnya.

Asrul Septian Malik*



Berita Terkait



Komentar