#penganiayaan#penculikan#beritatulangbawang

Kapolsek Denteteladas Enggan Komentari Dugaan Penganiayaan Warga

( kata)
Kapolsek Denteteladas Enggan Komentari Dugaan Penganiayaan Warga
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

MENGGALA (Lampost.co) -- Kapolsek Denteteladas AKP Rohmadi mengaku belum mengetahui jika ada warga melaporkan pihaknya ke Propam Polda Lampung. Lantaran warga tersebut menjadi korban penganiayaan saat melakukan penangkapan tersangka penculikan.

"Kita belum monitor itu. Nanti coba saya konfirmasi ke Propam Polda," kata Rohmadi saat dihubungi, Senin, 7 Oktober 2019.

Rohmadi pun belum dapat menjelaskan proses penangkapan Saparudin (52) warga Kampung Gedungmeneng, Kecamatan Gedungmeneng, Tulangbawang pada, Jumat 4 Oktober kemarin. Ia merupakan satu dari delapan tersangka kasus penculikan yang terjadi di Kecamatan Gedungmeneng 2016 silam.

Berita terkait:

Oknum Polsek Dente Teladas Dilaporkan ke Propam Atas Dugaan Penganiayaan

Dari penangkapan tersangka itu, Rizal (39) warga Gedungmeneng, Denteteladas, Tulangbawang melaporkan oknum Polsek Denteteladas ke Propam Polda Lampung, Senin, 7 Oktober 2019.

Rizal melapor ke Propam didampingi kerabatnya Irawan, lantaran mengaku menjadi korban penganiayaan oknum polisi pada saat menangkap Saparudin, yang merupakan kakak kandungnya.

Rohmadi menampik, saat ditanya soal permintaan sejumlah uang agar Rizal dapat bebas dari jeratan hukum yang dituduhkan kepadanya. "Oh, enggak ada itu. Nantilah perkembangannya kita laporkan," ujar dia.

Ferdi Irwanda



Berita Terkait



Komentar