pandemiwargabinaan

Di Tengah Pandemi, Warga Binaan Perempuan Dilatih Tata Boga dan RefleksI

( kata)
Di Tengah Pandemi, Warga Binaan Perempuan Dilatih Tata Boga dan RefleksI
Lampost.co/Andi Apriadi


 BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Menjalani kehidupan dibalik jeruji besi tak menyurutkan niat puluhan warga binaan di Lembaga Permasyarakatan Perempuan Bandar Lampung untuk selalu produktif dan terus bekarya meski keterbatasan ruang.

Untuk meningkatkan produktivitas tersebut, puluhan warga binaan perempuan mulai 
dilatih wirausaha tata boga dan refleksi kesehatan. Pelatihan tersebut diberikan pihak Lapas, untuk mendorong warga binaan menjadi wirausaha baru usai menjalani masa tahanan nanti.

Dengan memproduksi berbagai macam kue dan pelatihan pijat refleksi di dalam Lapas. Para warga binaan nampak semangat belajar, meski di tengah pandemi covid 19. Meraka juga terlihat senang saat mendapat pelatihan dan pembinaan dari pihak Lapas.

Kasubsi Sarana Kerja Lapas Perempuan Bandar Lampung, Ella Yupita mengatakan, sejumlah warga binaan yang sudah mendapatkan inkrah ini senang menjalani pelatihan dan tugasnya masing-masing dalam mengelola bahan buat kue dan cara memijat refleksi. 

"Pelatihan ini kami berikan kepada warga binaan agar memiliki keterampilan. Apalagi di masa pandemi covid 19, di mana pihak keluarga dari mereka belum bisa jenguk. Jadi kami berikan pelatihan agar mereka tidak bosan dan jenuh," ujarnya, Senin 26 Oktober 2020.

Menurut Ella, hasil racikan kue para warga binaan ini tak kalah enaknya dengan kue-kue yang berada di toko-toko di luar sana."Karena warga binaan ini diberikan pelatihan dan dipandu langsung dari ahlinya yang profesional dalam membuat kue," kata dia.

Ia mengungkapkan, pelatihan ini merupakan bagian dari program Kemenkumham Wilayah Lampung. Tujuannya untuk memberikan peluang wirausaha kepada warga binaan usai menjalani masa tahanan nanti. 

"Jadi kami berharap, setelah mereka keluar nanti tidak bingung mencari pekerjaan. Karena mereka sudah diberikan pelatihan cara membuat kue dan pijat refleksi, sehingga mereka bisa usaha sendiri," jelasnya. 

Sementara itu, salah satu warga binaan Resti Amalia mengaku senang diberikan pelatihan cara membuat kue. Mengingat tata boga sangat digemari perempuan. Menurutnya, selain mendapat ilmu juga medapat pengalaman baru.

"Pelatihan yang diberikan pihak Lapas ini juga bekal kami untuk memiliki keterampilan. Bahkan nanti kalau sudah bebas bisa buka usaha sendiri," tandasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar