#kpk#korupsi

Dewas Cari Bukti Pelanggaran Etik Wakil Ketua KPK

( kata)
Dewas Cari Bukti Pelanggaran Etik Wakil Ketua KPK
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Dewan Pengawas (Dewas) terus mendalami dugaan komunikasi Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar. Dewas terus mencari bukti terkait dugaan tersebut.

"Sudah masuk ke pemeriksaan pendahuluan sesuai dengan hukum acara yang ada di dalam Peraturan Dewas Nomor 3 Tahun 2020," kata anggota Dewas KPK Albertina Ho dalam telekonferensi di Jakarta, Senin, 12 Juli 2021.

Dewas mencari bukti melalui klarifikasi ke beberapa pihak terkait dan saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Tahap pemeriksaan pendahuluan itu menentukan kasus itu akan disidang atau tidak.

"Nanti hasilnya juga disampaikan apakah dinyatakan cukup bukti untuk dilanjutkan ke sidang etik atau dinyatakan tidak cukup bukti," ujar Albertina.

Dewas berjanji akan terbuka dengan masyarakat terkait dugaan itu. Dewas menegaskan tidak akan berpihak kepada Lili meski rekan kerja.

Lili diduga dihubungi Syahrial untuk membahas penanganan perkara dan merekomendasikan pengacara. Lili juga diduga menggunakan posisinya untuk menekan terkait penyelesaian kepegawaian adik iparnya Ruri Prihatini Lubis di Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kualo Tanjungbalai.

Lili dilaporkan ke Dewas KPK, pada Selasa, 8 Juni 2021. Pelapor, yakni penyidik KPK Novel Baswedan dan Rizka Anungnata serta mantan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar