dewanpersnajwashihab

Dewan Pers Sebut Wawancara Najwa Shihab Drama

( kata)
Dewan Pers Sebut Wawancara Najwa Shihab Drama
Najwa Shihab/MI


Jakarta (Lampost.co) --  Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar merespons wawancara kursi kosong yang dilakukan Najwa Shihab. Menurut dia, hal tersebut bukan produk jurnalistik.
 
"Kalau ada pertunjukan tapi enggak ada oranganya dianggap apa? Jurnalistik enggak gitu. Kalau tidak ada narasumbernya berarti itu drama," ujar Djauhar, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Djauhar menjelaskan pada dasarnya program talk show atau gelar wicara dalam acara Mata Najwa merupakan produk jurnalistik. Namun, pembawa acara harus menghadirkan narasumber yang dapat dikonfirmasi.

"Karena enggak ada narsumbernya itu produk entertaiment show. Bukan talk show," jelasnya.
 
Apabila karya dari Najwa menimbulkan polemik di tengah masyarakat tidak dapat diselesikan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Melainkan sudah menjadi ranah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
 
 "(Apakah telah) memenuhi standar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS)," tuturnya.
 
Wawancara Najwa Shihab dengan kursi kosong itu viral di media sosial Youtube. Wawancara ditujukan untuk Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang tidak memenuhi undangan Najwa guna menjelaskan soal pandemi covid-19.
 
Buntut wawancara tersebut, Najwa dilaporkan oleh relawan Jokowi Bersatu. Namun, laporan itu tidak diterima kepolisian karena dinyatakan sebagai produk jurnalistik.
 

Medcom







Berita Terkait



Komentar