#honorer

Dewan Pendidikan Lamteng Minta Pemkab Batasi Rekrut Honorer

( kata)
Dewan Pendidikan Lamteng Minta Pemkab Batasi Rekrut Honorer
Dewan Pendidikan dan Bupati Lamteng berpose usai audiensi. Dok


Gunungsugih (Lampost.co) -- Dewan Pendidikan Lampung Tengah mendesak pemkab membatasi rekrutmen tenaga honorer hanya berdasarkan kebutuhan, bukan hubungan kekeluargaan. Pasalnya, Dana APBD dan BOS terbebani oleh banyaknya tenaga guru honorer di Sekolah Dasar.

Sekretaris Dewan Pendidikan Lampung Tengah, Sarjito mengatakan telah melakukan audiensi dengan Bupati Lampung Tengah terkait masalah guru honorer. Menurut Sarjito, saat ini di Lamteng ada sekitar 9.000 guru honorer. Jumlah tersebut sangat membebani APBD maupun  dana BOS. Padahal, seharusnya, jika guru honorer diangkat sesuai kebutuhan, jumlahnya tidak sebanyak itu. 

Sarjito menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan guru di Sekolah Dasar sudah ada rumusnya, tetapi selama ini oknum-oknum tertentu mengangkat atau memasukkan guru honor dengan pertimbangan hubungan kekerabatan. 

"Ada anak oknum kepala sekolah A atau keponakan oknum guru B, dan lain-lain. Banyak kasus begitu. Intinya yang diangkat tak sesuai kebutuhan sehingga membebani anggaran," kata dia, Kamis, 15 April 2021.

Ia melanjutkan, Dewan Pendidikan Lamteng meminta Pemkab berinovasi dengan membuat sebuah sistem yang mampu membatasi rekrutmen guru honorer yang tak sesuai kebutuhan. 

"Tinggal buat aplikasi atau semacamnya. Jadi ketika ada yang mau memasukkan guru honor di suatu sekolah, tetapi sebenarnya kebutuhan sudah tercukupi, langsung tertolak oleh sistem itu," kata dia. 

Hal lain yang disampaikan Dewan Pendidikan ke Bupati Lamteng berkaitan dengan sekolah-sekolah tematik, misalnya sekolah hijau, sekolah literasi, dan sekolah sehat.

"Dulu pernah dicoba dan terhenti. Sekarang kami meminta itu digalakkan lagi," ujarnya. 

Terakhir, lanjut Sarjito, Dewan Pendidikan meminta Pemkab mengadakan workshop akreditasi. Dalam hal ini Dewan Pendidikan siap memfasilitasi.
 

Winarko







Berita Terkait



Komentar