#observatorium#lampung#legislator

Dewan Dorong Pemprov Lanjutkan Pembangunan Observatorium 

( kata)
Dewan Dorong Pemprov Lanjutkan Pembangunan Observatorium 
Ilustrasi observatorium . dok google images

Bandar Lampung (Lampost.co) -- DPRD Lampung mendorong pemprov Lampung untuk melanjutkan pembangunan observatorium teropong bintang di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rachman (WAR).

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Midi Ismanto mengatakan pembangunan tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat luas seperti tempat edukasi, wahana pengetahuan, penelitian dan sebagainya. 

"Program observatorium tersebutkan Program Pemerintah Provinsi Lampung dan disetujui oleh DPRD Provinsi Lampung. Maka baiknya dilanjutkan. Kalau memang saat ini terbatas anggaran, bisa dianggarkan pada 2021. Kalau memang menyalahi izin, maka izin yang mana yang dilanggar," katanya kepada Lampost.co, Rabu, 22 Januari 2020.

Ia mengatakan pembangunan observatorium tersebut merupakan kebanggaan dari masyarakat Lampung. Jadi bukan hanya di Bandung Jawa Barat saja yang punya, Lampung juga punya. Apalagi sebelum melakukan pembangunan, sudah ada kajian ilmiah dari BAPPEDA Lampung dan Institute Teknologi Sumatera (ITERA). 

"Saya juga masih berfikir positif, mungkin Pak Gubernur masih mencarikan solusi dan langkah strategis kedepan. Apalagi akses jalan juga kan sudah ada menuju lokasi observatorium. Jadi lanjutkanlah pembangunnya," kata Politisi Partai Demokrat ini. 

Observatorium Teropong Bintang Lampung bermula pada kepemimpinan Gubernur M. Ridho Ficardo dan Wakil Gubernur Bachtiar Basri. Observatorium yang ditargetkan menjadi observatorium terbaik di Asia tersebut dimulai pada masa Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo tahun 2018.

Pembangunan observatorium dengan nama Astronomical Observatory (LAO) ini bertepatan dengan dijadikannya Provinsi Lampung sebagai tuan rumah dalam ajang "The 10th South East Asia Astronomy Network" (SEAAN) 2018. Pemerintah daerah telah menyediakan lahan untuk terbangunnya LAO tersebut berada pada 1.300 meter di atas permukaan laut (MDPL) dengan area seluas 50 hektare.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar