rokokelektrikkesehatan

Dewan Desak Pengguna Vape Ditangkap

( kata)
Dewan Desak Pengguna Vape Ditangkap
dok Lampost.co

Jakarta (Lampost.co): Penikmat rokok elektrik alias vape terus `dimusuhi`. Bahkan kini ada desakan agar penikmat vape lekas ditangkap. Vape dianggap buruk buat kesehatan.

Desakan agar penikmat vape ditangkap disuarakan oleh anggota Komisi IX DPR Imam Suroso. Dia meminta Indonesia meniru langkah Presiden Filipina yang memerintahkan polisi menangkap pengguna vape di ruang publik.

"Saya setuju vape dilarang seperti di Filipina. Tangkap (pengguna vape) yang memaksa karena nanti yang kena (imbas) bukan pemakai saja," kata Imam kepada Media Indonesia di Gedung DPR-RI, Kamis, 21 November 2019.

Vape sama berbahayanya dengan rokok konvensional. Namun, tambah dia, vape tidak menyumbang cukai untuk negara. Indonesia dirugikan secara keuangan maupun kesehatan.

"Kita rugi dong APBN untuk membiayai kesehatan kalau sudah diracuni vape," terang Imam.

Imam setuju pelarangan vape diatur dalam revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Aditif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. "Vape sama dengan rokok, merusak saraf, paru-paru, dan otak. Merusak kesehatan bukan hanya untuk pengguna, orang lain juga kena dari gas C02-nya mengandung nikotin, bahaya. Menurut saya wajib ditutup (dilarang total) saja," beber Imam.

Dengan revisi PP 109/2012, Deputi Kesehatan Kemenko PMK Agus Suprapto menyatakan Indonesia akan menjadi negara selanjutnya yang akan melarang rokok elektrik. "Indonesia juga mendukung hal tersebut (pelarang-an rokok elektrik) secepatnya," kata Agus, beberapa waktu lalu.

Agus mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah membahas hal itu lewat revisi Peraturan Pemerintah No 109 Tahun 2012, dengan mempertimbangkan kebijakan yang telah diterapkan negara lain.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Penny K Lukito menyatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin edar vape karena mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan, termasuk narkoba. Vape terbukti memperburuk kesehatan paru-paru, jantung, pembuluh darah, otak, serta organ lainnya dari sejumlah riset yang dilaporkan.

Temuan baru yang diterbitkan dalam jurnal Cardiovascular Research menegaskan hal yang sama. "Perangkat vaping dan bahan kimia yang terhantar darinya dapat merusak sistem kardiovaskular dan paru-paru," ucap peneliti senior Loren Wold dari Ohio State University, Amerika Serikat. 

Medcom

Berita Terkait

Komentar