#lampung#lampura#odf

Desa Sinar Mas Alam Bangun 60 Unit Jamban Sehat Kejar ODF

( kata)
Desa Sinar Mas Alam Bangun 60 Unit Jamban Sehat Kejar ODF
Jamban. Dok/Lampost.co

Kotabumi (Lampost.co) -- Desa Sinar Mas Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, membangun 60 unit jamban sehat melalui dana desa (DD) tahun anggaran (TA) 2019. Hal itu sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat melalui penyediaan sanitasi pembuangan limbah warga yang memenuhi standar kesehatan.

Kepala Desa (Kades) Desa Sinar Mas Alam, Feri Ansyah mengatakan pertimbangan membangun sarana 60 unit jamban sehat bagi warga kurang mampu di desanya untuk mengubah perilaku kurang sehat. Sebab, warga sebelumnya membuang hajat sembarangan seperti di kebun dengan membuat WC cemplung serta bantaran sungai yang berakibat mencemari lingkungan wilayah setempat.

"Perlu langkah konret untuk mengubah perilaku warga desa yang membuang hajat sembarangan dan itu mesti dilakukan bukan sebatas melalui penyuluhan tapi langsung melalui tindakan dengan penyiapan sarana sanitasi pembuangan limbah yang memadai," ujarnya, Minggu, 10 November 2019.

Pada 2018, dari 200 kepala keluarga (kk), hanya sekitar 140 kk yang memiliki jamban di rumahnya. Sisanya sekitar 60 kk warga kurang mampu belum memiliki jamban. Menyikapi itu, hasil musyawarah desa (musdes) bersama perangkat desa diputuskan DD TA 2019 untuk pembangunan, salah satunya penyiapan sarana sanitasi pembuangan limbah di rumah-rumah warga yang belum memiliki jamban. Anggaran yang dialokasikan totalnya sekitar Rp124 juta.

"Dalam pembuatan jamban sehat ini, per unit jamban dianggarkan sekitarRp2 juta dan untuk tahapan itu, desa hanya menyiapkan jamban, lantai, pipa pembuangan, dan pembuatan septic tank. Untuk pagar pembatas jamban dan penggalian lubang pembuangan, menjadi tanggung jawab warga tersebut," kata dia.

Usaha desa memenuhi persyaratan dengan setiap kk telah memiliki satu jamban, penilaian tim kesehatan provinsi Lampung menetapkan Desa Sinar Mas Alam mendapatkan sertifikat open defecation free (ODF) pada September 2019 lalu.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar