#stunting#pemprovlampung

Desa Prevalensi Stunting 14 Persen Jadi Fokus Pemprov

( kata)
Desa Prevalensi Stunting 14 Persen Jadi Fokus Pemprov
Stunting. Ilustrasi


Bandar Lampung (lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung melakukan penyesuaian penanganan stunting berbasis desa. Fokus pemerintah akan diarahkan kepada desa yang memiliki prevalensi di atas 14 persen.

Wakil Gubernur, Chusnunia Chalim, mengatakan setiap tahunnya penanganan stunting selalu penyesuaian. Hal itu dilakukan dengan berbasis prevalensi yang ada di masing-masing desa.

 "Jadi setiap tahun SK-nya terbit dari kabupaten/kota, tahun ini kami standarnya prevalensi 14," ungkapnya, usai rapat bersama Dinas Kesehatan, Rabu, 17 Februari 2021.

Nunik mengatakan, desa yang memiliki prevalensi di atas 14 persen akan dilakukan kolaborasi program pusat, provinsi, dan kabupaten. Sementara, desa dengan prevalensi di bawah 14 persen menjadi fokus kabupaten/kota.

Untuk itu pihaknya masih akan berkoordinasi kepada sejumlah perangkat daerah guna menjalin kolaborasi untuk mensukseskan penanganan stunting. "Kami akan berembuk untuk penanganan stunting yang direncanakan pada Maret 2021," ujarnya.

Pada 2018, intervensi stunting diprioritaskan di 3 kabupaten, yaitu Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Lampung Timur. Kemudian, pada 2019 diprioritaskan di Tanggamus dan 2020 di Lampung Utara dan Pesawaran. Untuk 2021 ini diprioritaskan di Tulang Bawang, Way Kanan, Pringsewu dan Kota Bandar Lampung.

Gubernur juga mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor G.295/VI.01/HK/2020 Tahun 2019 tentang Pembentukan Tim Panelis Penilaian Review Kinerja Kabupaten/Kota Dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting Lampung 2020. Ditambah dengan dikeluarkannya Keputusan Gubernur Lampung Nomor 6/314/VI.01/HK/2020 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Rencana Aksi Daerah Pangan Dan Gizi (RAD-PG) Lampung Tahun 2020-2024.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar