#swasembadagizi#lampungselatan

Desa Mekarmulya di Lamsel Jadi Tuan Rumah Safari Swasembada Gizi

( kata)
Desa Mekarmulya di Lamsel Jadi Tuan Rumah Safari Swasembada Gizi
Duta Swasembada Gizi Lamsel, Winarni Nanang Ermanto saat menyampaikan pemaparan percepatan penurunan stunting di Lamsel, Selasa 19 Juli 2022. (Lampost.co/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co) -- Pemerintah Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan (Lamsel), menjadi tuan rumah safari (roadshow) Program Swasembada Gizi dan penguatan kapasitas tim percepatan penurunan stunting kecamatan dan desa. Kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah pemerintah setempat untuk percepatan penurunan stunting.

Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan dan KB Lamsel, Rika Wati, mengatakan, safari tersebut merupakan wadah koordinasi dan konsolidasi dan konvergensi tim percepatan penurunan stunting (TPPS) kabupaten, kecamatan, desa, kelurahan serta kader penggerak gerakan swasembada gizi.

"Tujuan roadshow ini sebagai penguatan kapasitas gerakan swasembada gizi untuk memonitoring gerakan swasembada gizi, pelayanan program, penurunan stunting, dan pameran program kegiatan," kata dia, di ruang kerja, Selasa, 19 Juli 2022.

Di sisi lain, Camat Palas, Rosalina menyatakan penanganan stunting di Palas mengalami kemajuan cukup signifikan, yakni  terdapat 32 anak stunting pada 2021. Sedangkan, pada awal 2022 menyisakan 17 anak.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras dan semangat semua, hingga hari ini jumlah stunting di Kecamatan Palas hanya menyisakan 13 anak," ujar Rosalina.

Baca juga: Gerakan Swasembada Gizi Dapat Turunkan Prevelensi Stunting

Sementara itu, Duta Swasembada Gizi Lamsel, Winarni Nanang Ermanto, menjelaskan program ini harus bersinergi dan gotong royong oleh semua pihak. Untuk itu, dia mengimbau agar tim pendamping keluarga (TPK) di tingkat desa bisa bekerja dengan maksimal dalam mendata keluarga.

"TPK harus dituntut paham dengan teknologi dan IT untuk mempermudah informasi dan memberikan data tentang keluarga. Melalui program ini, mari semua menyatukan langkah untuk menuntaskan stunting. Insyaallah, dengan komitmen bersama dari tingkat kabupaten, kecamatan, sampai tingkat desa, pada 2024 zero stunting permanen," kata Winarni.

 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar