#rentenir#perbankan#pinjamandana

Desa Kembang Tanjung Pasang Papan Penolakan Rentenir

( kata)
Desa Kembang Tanjung Pasang Papan Penolakan Rentenir
Papan pengumuman larangan masuk bagi rentenir maupun bank keliling terpasang di setiap sudut ruas jalan Desa Kembang Tanjung. Lampost.co/Yudhi Hardiyanto

Kotabumi (Lampost.co): Jeratan hutang yang dipraktikkan rentenir atau yang biasa di sebut masyarakat Desa Kembang Tanjung bernama bank keliling telah melilit 60 persen lebih warga desa setempat.

Kepala Desa Kembang Tanjung, Kecamatan Abung Selatan, Hatta Majid, mengatakan menyikapi banyaknya warga yang terlilit hutang rentenir atas inisiatif pihak desa bersama warga memasang papan pengumuman berisi larangan bagi rentenir untuk beroperasi ke desa itu.

Dia mengatakan papan pengumuman larangan masuk bagi rentenir maupun ban k keliling terpasang disetiap sudut jalan di Desa Kembang Tanjung yang terbagi di 33 RT dan 9 dusun.

"Dengan dipasangnya pengumuman itu, para rentenir maupun bank keliling yang hendak masuk menawarkan pinjaman di desa kami diharapkan berpikir dua kali," ujarnya.

Inisiatif pemasangan pengumuman itu muncul karena maraknya keluhan warga yang terjerat hutang rentenir di 2017 lalu saat awal dia menjadi kepala desa. Kala itu, banyak warga yang terpaksa kehilangan rumah, tanah, bahkan bercerai hanya karena masalah hutang.

"Hutang riba yang menjerat warga saya cukup mencekik dan tidak wajar karena dari pinjaman Rp1 juta, mereka (warga yang berhutang, red), mesti membayar bunga 15 persen per minggunya. Ironisnya, 60 persen lebih dari 1.390 KK terjerat hutang tersebut. Bahkan sampai hari ini ada dua warga diantaranya kabur dari rumah karena tidak sanggup melunasi hutang," kata dia.

Selain pemasangan papan pengumuman, kata dia, pihak desa juga melakukan imbauan ke warga untuk tidak lagi berhutang ke rentenir. Bagi warga yang mengalami kendala finansial, ia menyarankan untuk berhutang di lembaga-lembaga keuangan resmi yang telah memiliki kredibilitas dengan suku bunga pinjaman yang tidak mencekik. 

Sementara itu, Kepala Desa Kemalo Abung, Kecamatan Abung Selatan, Supriono, mengatakan untuk lepas dari jeratan hutang riba itu tidak mudah, tapi mesti dimulai. Berkaca dari hutang riba yang telah mengakar didesanya, Pemerintahan Desa Kemalo Abung mengaplikasikan inovasi desa berupa program upaya khusus pengentasan kemiskinan korban rentenir.

"Untuk inovasi yang pendanaannya bersumber dari dana desa (DD) tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp100 juta itu disalurkan dalam dua termin. Dalam pelaksanaan d ilapangan, dana tersebut masuk dana abadi desa yang terus digulirkan dan dimasukkan dalam unit usaha dana pinjaman yang dikelola secara terpisah dibawah naungan BUMDes," kata dia.

Menurutnya setiap korban rentenir mesti dicarikan solusi bagaimana pengentasan masalahnya. "Inilah yang dilakukan di desa kami. Selain itu kami juga melakukan imbauan pada warga untuk tidak lagi berhutang dengan uang riba," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar