#keamanan

Desa Kekiling Tingkatkan Ronda Malam Skala Besar

( kata)
Desa Kekiling Tingkatkan Ronda Malam Skala Besar
Warga Desa Kekiling, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, meningkatkan siskamling dalam mengantisipasi marak maling. Lampost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co) -- Aksi pencurian yang kian marak dalam sebulan terakhir membuat warga Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, meningkatkan keamanan lingkungan. Pemerintah desa setempat kembali menggiatkan ronda malam dengan skala besar.   

Aksi yang dilakukan pelaku tidak hanya terjadi pada malam hari saja, tapi siang hari saat target sedang lengah.

"Bukan hanya malam atau dini hari,  mereka juga beraksi siang hingga sore hari mulai jam 11-an sampai jam 5-an," kata Badri (30), warga setempat, saat ditemui Lampost.co, Kamis, 11 Juni 2020.  

Dia berharap kejadian yang meresahkan warga tidak terulang di kemudian hari menyusul ditingkatkannya sistem keamanan lingkungan pada malam hari.

"Mudah-mudahan polisi segera mengungkap kasus ini dan warga kembali tenang," katanya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Pemerintah desa Kekiling meningkatkan pengamanan pada malam hari. Penjabat sementara Kepala Desa Kekiling M Tohir mengatakan mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam dalam skala besar.

Warga tidak hanya menjaga keamanan lingkungan dengan menempati pos ronda, namun seluruh pintu masuk dan keluar dese dijaga ketat secara bergantian. "Setiap malam hingga subuh kami bersama warga yang ronda berkeliling kampung untuk memastikan keamanan rumah warga. Selain itu, untuk menekan aksi pelaku, kami juga menjaga setiap pintu masuk dan keluar desa," ujarnya.

Berdasarkan informasi Polsek Penengahan telah menangkap dua pelaku pencurian di Desa Kekiling tersebut. "Masih kami kembangkan," kata Kapolsek Penengahan AKP Hendra Saputra singkat.

Sebelumnya, dari pertengahan Mei hingga Rabu, 10 Juni 2020, terjadi sembilan kasus pencurian terhadap warga Desa Kekiling dengan sasaran ponsel dan uang. Namun, dari kesembilan rumah tersebut, kawanan pencuri menggasak uang dan ponsel dari 7 rumah warga. Para korban itu adalah Rudi, Sopian, Rizal, Jasmuri, Yusup Umar, Mahya, Astuti, dan Evi Ernani.

"Mereka masuk setelah merusak jendela dapur dan membawa kabur uang tunai Rp2 juta serta dua buah ponsel android," kata salah satu korban Evi Ernani.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar