#beritalampung#beritalampungterkini#infrastruktur#jalanberlubang#jalanrusak

Desa Bumiratu Ingin Lepas dari Julukan Desa Seribu Lubang 

( kata)
Desa Bumiratu Ingin Lepas dari Julukan Desa Seribu Lubang 
Jalan ke Desa Bumiratu, Kecamatan Sungkai Selatan, Lampura, penuh lubang sehingga dijuluki desa seribu lubang oleh warga. Kondisi jalan saat dilalui, Senin, 19 Desember 2022. Lampost.co/Fajar Nofitra


Kotabumi (Lampost.co) -- Desa Bumiratu, Kecamatan Sungkai Selatan, Lampung Utara, membutuhkan perbaikan jalan. Pasalnya, sepanjang jalan menuju desa yang terletak cukup jauh dari ibu kota kabupaten tertua di Lampung itu banyak yang berlubang sehingga warga menjulukinya desa seribu lubang. 

Hal itu diakui Kepala Desa, Hiswan, saat menerima kunjungan Wakil Bupati, Ardian Saputra, Senin, 19 Desember 2022. "Seribu lubang adalah julukan yang tepat untuk desa yang saya pimpin ini. Sebab, hampir sepanjang jalan menuju ke sini mengalami kerusakan cukup parah," ujarnya.

Dia menyebutkan kondisi tersebut selain menghambat aktivitas juga dapat dapat membahayakan masyarakat. "Ini adalah ungkapan yang sangat mendalam dari warga untuk mendapatkan perhatian pemerintah. Kami berharap jalan di sini dapat segera diperbaiki sehingga masyarakat dapat menikmati kenyamanan dalam berkendara," katanya.

Baca juga: Dinkes Lamsel Buka Pos Kesehatan Arus Mudik Nataru di 10 Titik 

Dia menjelaskan mayoritas masyarakat setempat bermata pencarian di bidang pertanian. Kondisi itu cukup berdampak terhadap perekonomian.

"Jika ini (jalan) dapat diperbaiki setidaknya berimbas terhadap lancarnya aktivitas masyarakat. Khususnya dalam mengangkut hasil pertanian dari sentra produksi maupun menuju ke pasar," katanya.

Wabup Lampura, Ardian Saputra menegaskan pemerintah kabupaten akan maksimal dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat. Khususnya masalah infrastruktur dalam upaya meningkatkan perekonomian rakyat. 

"Persoalan hampir merata terjadi di seluruh daerah. Tentunya ini menjadi perhatian kami dalam mendukung perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya akan berupaya maksimal dalam memberikan apa yang menjadi aspirasi masyarakat secara luas dengan anggaran yang ada. "Kami akan semaksimal mungkin memenuhi keinginan masyarakat, tapi tetap menyesuaikan keadaan anggaran," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar