#danadesa

Desa Baktirasa Kebut Pembangunan di Tengah Pandemi Covid-19

( kata)
Desa Baktirasa Kebut Pembangunan di Tengah Pandemi Covid-19
Plt Camat Sragi, Lampung Selatan Ahmad Jahri bersama Uspika dan Kepala desa Baktirasa saat meninjau pembangunan gedung kemasyarakatan desa setempat, Senin 24 Mei 2021. Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Setelah anggaran Dana Desa (DD) 2021 tahap I cair, Pemerintah Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, kebut pembangunan di tengah pandemi Covid-19. Program pembangunan yang kini digencar yakni pembangunan balai kemasyarakatan.

Kepala Desa Baktirasa, Iis Wahyudi mengatakan pihaknya tahun ini hanya melaksanakan pembangunan gedung kemasyarakatan untuk masyarakat setempat. Gadung tersebut nantinya untuk digunakan multi fungsi, seperti lokasi pertemuan, olahraga dan kegiatan lainnya.

"Gedung Kemasyarakatan ini sudah kami mulai pembangunan nya pada 2020 lalu. Lantaran adanya pandemi Covid-19 ini, proses pembangunan nya bertahap. Untuk itu, tahun ini kami kebut supaya bisa dimanfaatkan masyarakat," kata dia, Senin, 24 Mei 2021.

Dia mengatakan pada DD 2021 gedung kemasyarakatan dengan luas 17x14 meter itu dianggarkan sebesar Rp129,5 juta. Sedangkan, pada 2020 lalu sudah direalisasikan sebesar Rp114,0 juta.

"Sebenarnya gedung balai kemasyarakatan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp400 juta. Namun, tahun ini diperkirakan hanya selesai 70 persen. Tapi, sudah bisa dikerjakan. Kemungkinan tahun depan proses finishing saja," kata dia.

Sementara Plt. Camat Sragi Jahri mengatakan pihaknya meminta setiap desa betul-betul memanfaatkan dana yang ada, mengingat dana yang dikucurkan tersebut untuk kepentingan pembanguan, dan masyarakat yang ada di desa tersebut.

"Di Kecamatan Sragi baru Desa Baktirasa dan Bandaragung yang sudah mulai pembangunan. Kami berharap setiap desa dapat segera melaksanakan pembangunan sesuai perencanaannya," ujarnya.

Dia mengatakan tahun ini diakuinya anggaran DD sebagian besar dialokasikan untuk penanganan Covid-19 dan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD). Untuk itu, pihaknya meminta seluruh desa dapat memanfaatkan semaksimal mungkin untuk pembangunan di tingkat desa.

"Memang tahun ini pembangunan di desa tidak begitu banyak. Anggaran dana desa banyak dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19. Meski demikian, kami berharap meaki ditengah pandemi covid-19 desa tetap membangun," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar