#lampung#teroris#JAD

Densus Tetapkan 7 Anggota JAD di Lampung Jadi Tersangka

( kata)
Densus Tetapkan 7 Anggota JAD di Lampung Jadi Tersangka
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tujuh anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap di Lampung dalam dua Minggu belakangan ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Sebelumnya, mereka diperiksa di salah satu tempat yang di bawah naungan hukum Polda Lampung dan telah diberangkatkan ke Jakarta, untuk ditahan.

"Semuanya sudah tersangka (7). Hari ini sudah di bawa ke Jakarta," ujar sumber Lampost.co di Kepolisian, Kamis, 24 Oktober 2019.

Anggota JAD yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Noval Agus Syafroni, yang diamankan di Kantor Khilafatul Muslimin, Jalan WR Supratman, Bumiwaras, pada Minggu, 13 Oktober 2019. Noval terindikasi jaringan JAD, kelompok Abu Rara dan Abu Zee yang menusuk mantan Menko Polhukam Wiranto.

Kemudian, Rifki Montazeri, Aul Putra Daulah alias Arif Hidayat, dan Yudistira, yang diamankan pada Senin, 14 Oktober 2019, di tempat berbeda di Bandar Lampung.

Selanjutnya Rico yang menyerahkan diri ke Mapolres Lampung Tengah, pada Senin, 21 Oktober 2019. Rico merupakan pimpinan JAD kelompok kecil yang beranggotakan Rifki, Aul, dan Yudistira. Mereka berencana menyerang Mapolda Lampung, Mako Brimob, dan tempat hiburan di Lampung. Kelompok ini, pernah melakukan baiat pada Juni 2019 di Batuputu, Telukbetung Barat.

Kemudian, Indra alias Guntur yang diamankan di Jalan Cendana, Tanjungsenang pada 18 Oktober 2019, dan Lukman alias LH yang diamankan di Desa Pesawaran Indah, Way Ratai, Pesawaran, pada 19 Oktober 2019.

Indra dan Lukman merupakan kelompok JAD Lampung pimpinan Ujang alias Iwan. Mereka merupakan DPO sejak tahun 2018 saat Ujang ditangkap.

"Untuk kelompok Rico, sepertinya di Lampung sudah tidak ada, tapi masih kami kembangkan. Untuk sisa-sisa kelompok Ujang, sepertinya masih ada beberapa tapi sudah meninggalkan Lampung," katanya.

Densus masih melakukan pengembangan terhadap ke-7 tersangka tersebut.

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar