#teroris#densus88

Densus 88 Ungkap Struktur Organisasi Jamaah Islamiyah

( kata)
Densus 88 Ungkap Struktur Organisasi Jamaah Islamiyah
Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar di Mabes Polri, Foto: Medcom/Yona


Jakarta (Lampost.co) -- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri membeberkan struktur organisasi kelompok teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Dalam struktur itu jelas terlihat afilisasi para teroris secara berurutan. 

"Paling atas yang kita sebut dengan amir JI, kemudian di bawahnya ada struktur bendahara pusat, ini disederhanakan dari dokumen yang kita dapat," kata Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 25 November 2021. 

Baca juga: Pengurus LAZ ABA Lampung Terjaring Densus Diancam Penjara 15 Tahun

Aswin melanjutkan ada bidang tajhiz di bagian kiri bawah bendahara, dan dakwah di bagian kanan. Semua orang-orang yang terdapat dalam struktur itu disebut telah ditangkap. 

"Bendaharanya sudah, yang bidang tajhiz ini sudah, bidang dakwah ini sudah, amir JI sudah. Ini adalah lapisan yang menggerakkan semua organisasi," ungkap Aswin. 

Aswin mengatakan pengurus di atas ini membuat sekat dengan membangun lembaga-lembaga legal. Seperti di bidang tajhiz, yakni Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf (LAZ BM ABA), sedangkan di bawah bidang dakwah dibentuk Yayasan Syam Amal Abadi yang juga mendirikan Syam Organizer. 

Bidang dakwah itu juga membentuk Yayasan Madina. Menurut Aswin, bentuknya seperti organisasi. Yayasan Madina yang menyediakan materi atau dai dalam kegiatan-kegiatan penggalangan dana. 

"Jadi, ini sudah rapi, rapi sekali, nah disinilah kita mencoba untuk mengungkapkan kepada publik," ujar Aswin. 

Aswin mengatakan struktur organisasi ini didapatkan dari Ketua LAZ BM ABA, Fitria Sanjaya. Dia ditangkap pada 2020. Menurut Aswin, LAZ BM ABA mengumpulkan dana dengan berkamuflase sebagai lembaga resmi. 

Tujuan sumbangan disebut untuk pendidikan dan pengiriman bantuan makanan serta pakaian ke Suriah. Hal itu dilakukan demi menggaet hati masyarakat. 

"Sehingga memang tidak kelihatan seperti itu (penggalangan untuk teroris). Padahal, itu adalah bagian dari program atau strategi untuk meraih simpati masyarakat yang mereka sebut penguasaan wilayah dengan dukungan," kata Aswin.

Sebanyak 14 pengurus LAZ BM ABA ditangkap beberapa waktu lalu. Di antaranya Fitria Sanjaya dan tiga ustaz yang baru-baru ini tertangkap. 

Yakni Farid Okbah, Ahmad Zain An-Najah, dan Anung Al Hamat. Farid merupakan anggota Dewan Syariah LAZ BM ABA, sedangkan Zain adalah ketua Dewan Syariah lembaga tersebut. Sementara itu, Anung adalah pendiri Perisai Nusantara Esa. 

Para tersangka dijerat Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2003 tentang Pendanaan Terorisme. Dengan ancaman 15 tahun penjara.

Winarko







Berita Terkait



Komentar