#jad#teroris#densus88

Densus 88 Kembali Tangkap Dua Jaringan JAD di Lampung

( kata)
Densus 88 Kembali Tangkap Dua Jaringan JAD di Lampung
Rumah jaringan JAD yang diamankan di Pesawaran. Dok.

PESAWARAN (Lampost.co.) -- Penangkapan anggota jaringan  radikal dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Lampung terus dilakukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Informasi yang didapat Lampost.co, Densus menangkap LH alias Lukman (39), seorang petani kopi, di Desa Pesawaran Indah, Way Ratai, Pesawaran, Sabtu, 17 Oktober 2019, sekitar pukul 17.30 WIB.

"Iya benar," ujar salah satu sumber di kepolisian yang enggan disebutkan namanya, Minggu, 18 Oktober 2019.

Sumber tersebut mengatakan dari pemeriksaan sementara kendati pelaku merupakan jaringan JAD, belum memiliki keterkaitan dengan jaringan Abu Rara yang menikam Menko Polhukam Wiranto, termasuk jaringan Rifki Montazeri, Aul Putra Daulah alias Arif Hidayat, dan Adnan yang diamankan Densus 88 pada 14—16 Oktober di Lampung dan Tambun, Bekasi.

"Dia ini juga sama jaringan Ujang (penangkapan 1 tahun lalu). Dia berpindah-pindah dan sembunyi-sembunyi dan sempat kabur ke daerah Tulangbawang. Belum ada kaitannya dengan yang kemarin. Dia ini statusnya DPO, bukan sel tidur atau lone wolf," katanya.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror kembali mengamankan jaringan teroris dari Kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Informasi yang didapat pelaku bernama Guntur yang diamankan pada Jumat, 18 Oktober 2019, di  Jalan Cendana, RT 04, LK II, Tanjungsenang.

Sumber Lampost.co di kepolisian membenarkan hal tersebut. "Iya benar, jaringan JAD," ujarnya.

Dari pemeriksaan sementara, Guntur belum ada indikasi keterlibatan dengan jaringan JAD Tambun dan beberapa yang diamankan di Lampung dalam waktu sepekan ini.

"Ini belum ada indikasi ke sana (JAD Tambun). Dia ini DPO kita, jaringan Ujang (penangkapan tahun 2018)," katanya.

Aparat mengamankan 1 unit ponsel dan beberapa buku-buku jihad.

Dikonfirmasi ketua RT setempat Susi Susanti, membenarkan hal tersebut. Pria tersebut bernama Indra anak dari Rohadi Amin, yang tinggal di Jalan Cendana, Gang Masjid, Tanjungsenang.

Rumah tempat Indra Alias Guntur diamankan persis di belakang rumah Susi. "Iya benar tadi ada aparat, berapa mobil gitu, pas pertama (pengamanan), saya enggak lihat. Terus polisi ke rumah, baru saya dikasih tahu, dan rumahnya digeledah," ujar Susi saat dikonfirmasi di kediamannya.

Menurut Susi, orang tua Indra asli warga setempat dan sudah lama tinggal di kampung tersebut. Namun, Indra lama tak tinggal di rumah orang tuanya dan baru tinggal sekitar 5 bulan di sana bersama istrinya Tari.

"Dia ini baru sekitar 5 bulan, dulunya kan di luar, saya enggak tahu di mana," katanya.

Sehari-harinya, Indra bekerja sebagai buruh bangunan. Dia memang tak terlalu bersosialisasi karena sibuk dengan pekerjaan. Namun, sang istri sering bersosialisasi dengan warga.

"Istrinya mah sama kita bersosialisasi, kalau suaminya karena kerja mungkin, tapi kami enggak ada yang menduga, karena enggak ada yang mencurigakan," ujarnya.

Pemantauan Lampost.co rumah Indra, kini dalam keadaan tertutup, rumah tersebut berukuran tipe 36.

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar