#bumdes#ekbis#tokokeluarga

Dengan Modal Gotong Royong, MBC Berpotensi Ungguli Retail Modern

( kata)
Dengan Modal Gotong Royong, MBC Berpotensi Ungguli Retail Modern
Kades Madukoro Johan Andri Yanto di toko keluarga BUMDes MBC. Lampost.co/Yudhi Hardiyanto

Kotabumi (Lampost.co): Toko keluarga (Toga) yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) seperti Madukoro Busines Center (MBC) memiliki peluang untuk bersaing, bahkan bisa mengungguli retail modern. 

Kepala Desa Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara, Johan Andri Yanto, mengatakan keunggulan yang tidak bisa ditiru usaha retail modern dibanding BUMDes adalah saham dan visi yang menggerakkan unit usaha tersebut. Untuk retail modern saham dimiliki perseorangan atau kelompok kecil pemilik modal sedangkan saham Toga yang di kelola BUMDes adalah milik bersama secara bergotong royong atau masyarakat di desa setempat.

"Karena saham Toga seperti MBC adalah milik bersama, maka setiap individu warga merasa memiliki andil untuk membesarkan usaha mereka. Sebab sedikit banyak keuntungan hasil perniagaan di Toga tersebut juga akan mereka (warga) rasakan," ujarnya, Kamis, 9 Januari 2020.

Selain itu, visi Toga BUMDes adalah mendorong usaha kecil di masyarakat dapat tumbuh dan berkembang. Sementara penetapan harga jual di Toga ada kebijakan tertentu, agar usaha sejenis yang dikelola warga sekitarnya dapat terus berjalan berdampingan. Sedangkan retail modern cenderung akan mematikan pesaing bisnis sejenis dengan memainkan harga jual.

“Visi BUMDes adalah mendorong penguatan ekonomi berbasis perdesaan yang berdaya saing global," kata dia.

Dia mengatakan pendirian Toga BUMDes MBC dimulai Desember 2018, yang ditujukan sebagai unit usaha mandiri yang mengedukasi dalam berwirausaha sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan bagi warga kurang mampu, dengan penyertaan modal melibatkan masyarakat melalui sistem saham yang mengacu tata kelola ritel modern. 

"Untuk modal awalnya melalui dana desa tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp94 juta untuk penyiapan aplikasi dan barang-barang dagangan," kata dia.

Selain DD, lanjut dia, pihak desa juga menjual saham BUMDes senilai Rp20 ribu per lembar yang diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu di desa setempat. Hasil penjualan saham diperuntukkan guna menambah barang dagangan di Toga Bumdes MBC. Targetnya setiap kepala keluarga (KK) warga Desa Madukoro yang kurang mampu dapat memiliki minimal lima lembar saham. 

"Hasil penjualan tersebut terkumpul penyertaan modal pada Mei 2019 sebesar Rp30 juta. Kemudian Juli 2019, penjualan saham diperluas bagi semua masyarakat Desa Madukoro dan terkumpul dana penyertaan sebesar Rp68 juta," kata dia.

Dia mengatakan dengan kepemilikan saham setiap warga desa diharapkan dapat termotivasi berwirausaha sekaligus menumbuhkan rasa memiliki pada usaha mandiri yang dikelola Toga Bumdes MBC.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar