#Pesawaran#Petani

Dendi Komitmen Sejahterakan Ekonomi Petani

( kata)
Dendi Komitmen Sejahterakan Ekonomi Petani
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona. Dok


Pesawaran (Lampost.co) -- Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona akan meningkatkan kesejahteraan para petani yang ada di Bumi Andan Jejama dalam periode kedua kepemimpinannya. Hal ini selaras dengan program yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Lampung yakni Petani Berjaya.

Dendi mengatakan pihaknya memiliki beberapa program untuk para petani, khususnya para petani yang mengelola hutan kawasan register yang terletak di Kabupaten Pesawaran.

"Diketahui ada beberapa kecamatan yang dilalui oleh hutan kawasan. Melihat potensi itu saya beberapa waktu lalu berkunjung ke Kementerian Kehutanan untuk berdiskusi bagaimana caranya agar petani ini memiliki izin untuk menggarap hutan kawasan," ujarnya. Rabu, 17 Maret 2021.

Menurutnya setelah meminta izin kepada Pemerintah pusat, terbitlah Surat Keputusan (SK) pengakuan dan perlindungan Kementerian Kehutanan (KULIN KK) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang telah merestui pemanfaatan lahan hutan register.

"Dengan terbitnya SK ini, para petani di wilayah register mempunyai hak dan kewajiban serta mendapat status sah dari pemerintah pusat. Selain dapat memanfaatkan hutan register, para petani  juga berkewajiban melindungi kelestarian hutan register tersebut. Dimana kelompok tani yang sudah memiliki dokumen sah pemanfaatan lahan di register tersebut diberikan waktu selama 35 tahun," katanya.

"Dan sampai saat ini program tersebut terus kami jalankan, dengan tujuan agar para petani kita lebih sejahtera kedepannya, dan dengan adanya SK ini para petani ini memiliki hak untuk menerima bantuan baik dari pemerintah pusat maupun provinsi karena mereka ini sudah memiliki status yang jelas," sambungnya.

Selain program tersebut, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga masih memiliki tiga program lainnya yang bertujuan untuk menjamin kesejahteraan para petani yang ada di Bumi Andan Jejama, seperti Desa Digital (Dedi) dan Desa Wisata (Dewi), kemudain Pengembangan Sosial, dan juga Lumbung Garam.

"Jadi nanti kami akan membuat sebuah rumah yang akan diberi nama rumah kreasi, yang mana di dalamnya nanti akan menampung segala jenis hasil tanaman dari para petani yang ada. Jadi apabila ada masyarakat yang ingin membeli bisa datang kesitu. Selain hasil petani kami juga menampung semua hasil UMKM yang ada di Pesawaran, dan akan kita taruh juga di rumah kreasi tersebut agar masyarakat mengetahui apa saja hasil yang ada di Pesawaran, baik dari segi pertaniannya maupun UMKM nya," ujarnya.

Selain membuat rumah kreasi, lanjutnya, pihaknya juga akan melakukan kerjasama dengan para pengelola tempat wisata yang berada di pesisir Pesawaran, agar dapat menyiapkan tempat yang dapat memamerkan dan menjual hasil kreasi dari petani maupun pelaku UMKM.

"Untuk Desa Digital (DeDi) ini, kami gunakan untuk menjual hasil-hasil yang ada secara online, sehingga kalau orang mau membeli tidak perlu datang ke lokasi, tetapi bisa juga membeli secara online, dan kami berharap dengan adanya program ini dapat menyelamatkan kelangsungan para pelaku UMKM di tengah pandemi seperti saat ini, sehingga mereka masih bisa terus eksis dan berproduksi," ujar dia.

Selain memiliki program untuk petani kawasan dan pelaku UMKM, Dendi juga memiliki program garam, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di daerah pesisir.

"Saya berharap beberapa wilayah pesisir bisa serempak meningkatkan pengolahan garam sehingga menjadi produk unggulan yang berdampak terhadap pemberdayaan masyarakat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar