#pilkada#pilkadametro#partaidemokrat

Demokrat Restui Djohan-Ida Jaya Maju di Pilkada Metro

( kata)
Demokrat Restui Djohan-Ida Jaya Maju di Pilkada Metro
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat menyerahkan SK kepada pasangan Djohan-Ida Jaya untuk maju dalam Pilkada Metro.DOk.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat merestui Djohan-Ida Jaya sebagai bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota Metro pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020. Hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan DPP Partai Demokrat Nomor: 277/SK/DPP.PD/VIII/2020 tentang Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro untuk Djohan-Ida Jaya yang ditandatangani Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Teungku Riefky Harsya.

Wakil Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat Lampung, Toni Mahasan, mengatakan SK untuk Djohan-Ida langsung diserahkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat AHY. "Hari ini Ketua DPC Partai Demokrat Metro Djohan menerima rekomendasi DPP Partai Demokrat berpasangan dengan Ida Jaya," kata Toni, Selasa, 1 September 2020.

Dia mengatakan di Kota Metro Partai Demokrat memiliki tiga kursi, masih kurang dua kursi lagi untuk memenuhi syarat dukungan minimal 20% dari 25 kursi DPRD Kota Metro yakni lima kursi. "Untuk koalisi sedang dikomunikasikan, sabar saja, nanti dikabari. Karena Demokrat harus berkoalisi," katanya.

Sementara itu bakal calon wali kota Metro, Djohan, optimistis mendapatkan koalisi partai untuk melengkapi persyaratan calon mendaftar di KPU. Saat ini pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan PAN (dua  kursi) dan PKB (dua kursi).

"Saat ini kursi yang tersisa hanya PAN dan PKB. Kami terus menjalin komunikasi. Mohon doanya," kata Wakil Wali Kota Metro itu.

Sebelumnya, sudah ada empat pasangan yang bakal terjun di Pilkada Metro, baik dari jalur perseorangan maupun partai. Untuk jalur perorangan, yakni Wahdi-Qomaru Zaman. Kemudian di jalur partai politik ada Ampian Bustomi-Ardito Wijaya dari Partai Golkar (enam kursi), Anna Morinda-Frits Akhmad Nuzir dari PDI Perjuangan (kursi kursi) serta Ahmad Mufti Salim-Saleh Candra dari PKS (empat kursi) dan NasDem (tiga kursi).

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar