#pilkada#pilkadalamsel#partaidemokrat

Demokrat Lengkapi Koalisi Tony-Antoni di Pilkada Lamsel

( kata)
Demokrat Lengkapi Koalisi Tony-Antoni di Pilkada Lamsel
Tony Eka Chandra-Antoni Imam mendapat dukungan dari Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Ketua DPD Partai Demokrat Lampung M. Ridho Ficardo di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis malam, 3 September 2020. Dok Demokrat


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat memberikan dukungan kepada pasangan Tony Eka Chandra-Antoni Imam sebagai bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Lampung Selatan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, 9 Desember 2020 mendatang. Hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan DPP Partai Demokrat Model B1-KWK Parpol tentang persetujuan pasangan calon bupati dan bakal calon wakil bupati Lampung Selatan yang langsung ditandatangani Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Teungku Riefky Harsya.

SK DPP Partai Demokrat tersebut langsung diberikan kepada Tony Eka Chandra-Antoni Imam oleh Ketua Umum AHY didampingi Ketua DPD Partai Demokrat Lampung M. Ridho Ficardo di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis malam, 3 September 2020.

Bakal calon bupati Lampung Selatan, Tony Eka Candra mengatakan ingin mewujudkan Lampung Selatan Berjaya. Dia juga menegaskan akan selalu bersama-sama Antoni Imam sebagai calon wakil bupati dalam melakukan kerja-kerja ke depan dan menjaga amanah sebaik-baiknya. 

Berita terkait: Demokrat Tinggalkan Djohan-Ida, Pilih Anna-Frits di Pilkada Metro

Ia mengatakan para sukarelawan terus melakukan kerja-kerja pemenangan, bahkan dalam satu hari lebih dari 20 pertemuan dihadiri. Masyarakat ingin perubahan di Lampung Selatan. Ia menyakinkan Tony-Antoni "ora ngapusi dan ora Korupsi" (tidak membohongi masyarakat dan tidak melakukan korupsi).

"Insya Allah kami membuka diri untuk bersama-sama membangun Lamsel. Kami bersyukur Demokrat mendukung kami," kata Ketua Komisi IV DPRD Lampung ini.

Di Pilkada Lampung Selatan ada tokoh-tokoh yang ikut berkompetisi, yakni Tony Eka Chandra-Antoni Imam dari Partai Golkar (tujuh kursi), PKS (enam kursi), dan Demokrat (lima kursi). Selanjutnya ada Hipni-Melin Haryani Wijaya dari PAN (tujuh kursi), Gerindra (tujuh kursi), dan PKB (empat kursi). Kemudian ada petahana Nanang Ermanto-Pandu Kusuma Dewangsa dari PDI Perjuangan (sembilan kursi), NasDem (tiga kursi), Hanura (satu kursi), dan Perindo (satu kursi).

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar