yusufkoharviral

Demokrat Lampung Sebut Yusuf Kohar Tak Langgar Aturan

( kata)
Demokrat Lampung Sebut Yusuf Kohar Tak Langgar Aturan
Ketua Bidang Hukum DPD Partai Demokrat Lampung, Ahmad Handoko. Dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Lampung menyebutkan bahwa kadernya, Yusuf Kohar tidak melakukan pelanggaran apapun dalam aktivitasnya yang terekam di video viral perdebatan antara Yusuf Kohar dengan Lurah di Kelurahan Tanjung Baru, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung pada Senin, 3 Agustus 2020. 

Ketua Bidang Hukum DPD Partai Demokrat Lampung, Ahmad Handoko mengatakan, pihaknya melihat dalam video tersebut tidak ada satupun aturan yang dilanggar oleh Wakil Walikota Bandar Lampung, Yusuf Kohar. Justru ia melihat oknum lurah yang sewenang-wenang mencoba melarang orang untuk silahturahmi.

Baca juga: Video Yusuf Kohar Cekcok dengan Lurah Tanjungbaru Beredar

"Kalau saya melihat, tidak ada satupun aturan yang dilanggar oleh Yusuf Kohar. Malah tindakan Lurah yang menghalangi Yusuf Kohar justru tindakan sewenang-wenang. Kita juga akan kaji untuk menindaklanjuti hal ini," kata Handoko, Rabu, 5 Agustus 2020.

Kemudian ia mengatakan, bahwa apabila ada yang mempersoalkan mengenai Yusuf Kohar sebagai Calon Walikota Bandar Lampung, ia mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada satupun calon yang ditetapkan oleh KPU Bandar Lampung. Oleh sebab itu sah-sah saja bila siapapun orangnya melakukan silahturahmi menyapa masyarakat.

"Kalau sekarang ini kan belum ada calon. Lagipula selama pakai uang pribadi dan tidak menggunakan APBD ya tidak apa. Yang menjadi persoalan ketika ada penyelewengan penggunaan dana bansos dari petahana. Kemudian gak boleh kepala daerah mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu paslon, itu konteks penyalahgunaan kewenangan. Kalau Yusuf Kohar gak melanggar aturan," katanya

Kemudian disinggung mengenai adanya laporan dari Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi Lampung melaporkan Yusuf Kohar kepada Bawaslu Kota Bandar Lampung, Selasa, 4 Agustus 2020. Ia mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan hal yang terlalu dini dan sumir tuduhannya.

"Kita menyeyangkan kenapa gegabah melaporkan orang tanpa mengkaji persoalannya terlebih dahulu," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar