#Demokrat#Moeldoko#PartaiDemokrat#KLB

Demokrat Kubu Moeldoko Minta Pemerintah Buka Kembali Kasus Hambalang

( kata)
Demokrat Kubu Moeldoko Minta Pemerintah Buka Kembali Kasus Hambalang
Penampakan Wisma Atlet di Hambalang saat ini. Medcom.id/Kautsar Halim


Jakarta (Lampost.co) -- Partai Demokrat kubu Moeldoko meyakini Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlibat dalam kasus dugaan korupsi Sport Center Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Jabar). SBY disebut membuka banyak rekening untuk menutupi tindakan 'amisnya'.
 
"Jadi, apa yang kita sampaikan ini adalah rekening yang SBY, atau tabungan SBY yang akunnya itu kita kasih tahu ke publik. Ini loh akunnya Pak SBY, banyak sekali," kata juru bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, dalam acara Chrosscheck by Medcom.id dengan tema 'Menusuk Jantung SBY! Kubu Moeldoko Menyerang Lewat Hambalang', Minggu, 28 Maret 2021.
 
Rahmad menegaskan tudingan itu bukanlah fitnah. Dia menegaskan mengetahui permainan kotor SBY dalam korupsi Hambalang.

Baca: Demokrat Bantah KLB Settingan untuk Dongkrak Suara

 

"Banyak sekali yang patut dibuka yang mungkin ketika Pak SBY menjadi presiden Mas Herzaky (Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat) tidak banyak tahu," ujar Rahmad.
 
Rahmad meminta pemerintah dan aparat penegak hukum membuka kembali kasus Hambalang. Pemerintah dan aparat penegak hukum diminta tidak tebang pilih ke SBY.
 
Pemerintah juga diminta melanjutkan pembangunan Hambalang. Kubu Moeldoko tidak mau Hambalang menjadi candi.
 
"Itu yang kita tunggu-tunggu sebetulnya," tegasnya.
 
Di kesempatan yang sama, Partai Demokrat menegaskan Soesilo Bambang Yudhoyono tidak bersalah dalam kasus dugaan korupsi di Hambalang. Putusan kasus itu sudah inkrah dan SBY tidak terlibat.
 
"Kalau itu jelas kalau dari kami, kan fakta hukumnya jelas, yang lama sekali ditangkap dan dipenjara itu siapa?" kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.
 
Herzaky mengatakan pengadilan telah memutuskan Anas Urbaningrum dan Nazaruddin sebagai tersangka dan dipidana dalam kasus rasuah itu. Publik diminta tidak terbuat pernyataan kubu Moeldoko.
 
"Jadi jangan bicara ini itulah, kita bicara fakta saja," ujar Herzaky.
 
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat kubu Moeldoko diminta berhenti menebar fitnah terkait kasus korupsi pembangunan Sport Center Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Kubu Moeldoko menuding ada campur tangan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus itu.
 
"Saya ingatkan teman-teman itu, berhentilah mendiskreditkan SBY dalam kasus Hambalang. Berhentilah mendiskreditkan dan memfitnah Mas Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono) dalam kasus Hambalang," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Benny K Harman, di Anyer, Banten, Sabtu, 27 Maret 2021.
 
Anggota Komisi III itu menegaskan proses hukum Hambalang sudah selesai. Bahkan, sejumlah terdakwa sudah selesai menjalani masa hukuman.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar