#demo

Demo Tolak Tiket Online Picu Kemacetan 5 Km menuju Pelabuhan Bakauheni

( kata)
Demo Tolak Tiket Online Picu Kemacetan 5 Km menuju Pelabuhan Bakauheni
Sopir dan pengurus truk yang mencapai ribuan melakukan aksi unjuk rasa di Pelabuhan Bakauheni menolak pemberlakukan tiket online kapal penyeberangan.Lampost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co) -- Ribuan sopir bersama pengurus truk (petruk)  menggelar aksi unjuk rasa menolak pemberlakuan tiket kapal penyeberangan secara online di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Kamis, 16 April 2020, sekitar pukul 20.45 WIB. Aksi tersebut membuat arus kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni macet total.

Kemacetan terjadi di ruas jalan tol sepanjang 5 kilometer lebih. Kemudian di  jalan lintas Sumatera (jalinsum) dan jalan lintas pantai timur (jalinpantim).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, pemesanan tiket kapal penyeberangan online berlaku penuh pada 1 Mei 2020. Namun sejak awal April,  khusus malam hari, ASDP cabang Bakauheni membuka lebih banyak loket tiket online, sedangkan untuk tiket elektronik hanya dibuka satu loket sehingga berdampak pada antrean panjang kendaraan, terutama armada angkutan barang.

"Kami minta ASDP mencabut pemberlakuan tiket online yang berlaku penuh mulai 1 Mei mendatang. Kami tidak akan menyeberangkan truk-truk ini sebelum tuntutan kami dipenuhi," teriak Marbun, salah satu pengurus truk di tollgate pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Pengurus truk lainnya, Saleh mengatakan tidak semua sopir truk mempunyai android untuk memesan tiket online. Selain itu, pemesanan via online lebih mahal dari harga tiket yang sebenarnya karena dibebani biaya administrasi Rp2.500-Rp7.000 per tiket. 

"Untuk itu kami menolak pemberlakuan tiket online. Kebijakan ASDP saat ini dengan membuka satu loket tiket elektronik yang menyebabkan antrean panjang sehingga berdampak pada kerugian awak truk karena tertunda penyeberangannya hingga berjam-jam," ujarnya.

Dihubungi terpisah,  Humas PT ASDP Cabang Bakauheni Saifullahil Maslul Harahap mengaku sampai malam ini belum menerima tuntutan para pendemo di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni tersebut. "Belum terima apa tuntutan mereka, Mas. Kami tunggu saja apa tuntutan mereka, Mas, " ujarnya singkat.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar