#AksiMahasiswa#DemoMahasiswa

Demo Mahasiswa di Pringsewu Damai

( kata)
Demo Mahasiswa di Pringsewu Damai
Ratusan mahasiswa beremonstrasi di depan gedung RPRD Kabupaten Pringsewu, Selasa, 1 Oktober 2019. (Foto: Lampost.co/Widodo)

PRINGSEWU (Lampost.co) -- Sebanyak 500-san mahasiswa di Kabupaten Pringsewu, menggelar aksi damai di halaman gedung dewan setempat, Selasa, 1 Oktober 2019.

Unjukrasa yang tergabung dalam kesatuan aksi mahasiswa Pringsewu tersebut dimulai sekitar pukul 08.30 dengan titik kumpul di pendopo Pringsewu.

Kemudian, dengan berbagai kelengkapan aksi seperti bendera, poster, dan kendaraan pikup, para mahasiswa mulai melakukan perjalanan dan sampai ke gedung dewan sekitar pukul 10.30.

Koorsinator aksi juga Ketua Komisariat IMM UMPRI Pringsewu Efi Hikam menyerjkan tiga tuntutan: menolak sejumlah RUU bermasalah (RKUHP dan Ketenagakerjaan), mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap aksi mahasiswa dan mendesak presiden terbitkan Perpu terkait KPK.

Dia menjelaskan, akhir-akhir ini banyak aksi-aksi unjukrasa di negeri ini. Menurutnya Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Lewat orasinya Hikam menyatakan aksi ini adalah untuk mengakhiri kegelisahan rakyat. Rakyat gelisah lembaga KPK dilemahkan, banyak pasal-pasal yang tidak sesuai aspirasi rakyat.

Bahkan kata Hikam, Indonesia yang sebenarnya menjunjung tinggi demokrasi ternyata masih banyak tindakan-tindakan represif yang dilakukan oleh aparat. "Bahkan tidak hanya carut marutnya pemerintahan, tetapi aparat pun tidak sejalan demgan mahaaiswa ini," ungkapnya.

Latief juru bicara aksi menyatakan unjukrasa yang dilakukan adalah aksi damai, aksi hari ini hanya menyampaikan keluhkan masyarakat. "Kita tidak akan mengotori dan tidak akan anarkis, apalagi merusak," kata Latirf dalam orasinya.

Aksi unjukrasa juga di hadiri 27 dari 40 anggota dewan, yang di pimpin oleh Ketua DPRD Sementara Suherman.

Dengan berdiri berhadapan mahasiswa para anggota dewan juga menunggu hingga aksi berakhir pukul 12.00, dianjutkan dialog bersama anggota dewan. Sebelum bubar, Kapolres Pringsewu AKBP. Hesmu Baroto memimpin doa dan diamini para pengunjukrasa.

Suherman menyatakan mengapresiasi aksi yang dilakukan mahasiswa dan pihaknya meyakini apa yang di lakukan adalah murni menyuarakan aapirasi.

Suherman juga siap mengawal segala tuntutan mahasiawa sesuai jenjang yang diperlukan. "Kami siap mengawal tuntutan

Terkait meninggalnya mahasiswa di Sulawesi, kapolres menyatakan Mabes Polri sudah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan. "Sipapun pelakunya akan ditindak tegas," ungkapnya.

Widodo

Berita Terkait

Komentar