#BERITABANDARLAMPUNG#POLRESTA

Delapan Pekerja Asal Sumedang Ditipu Pemborong

( kata)
Delapan Pekerja Asal Sumedang Ditipu Pemborong
Anggota Polresta Bandar Lampung membantu delapan pekerja yang jadi korban penipuan oleh seorang pemborong -- (Foto: Lampost.co/Asrul S Malik)


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Delapan pekerja asal Sumedang, Jawa Barat, diduga menjadi korban penipuan tiba di Bandar Lampung dan minta diantarkan pulang oleh anggota Polresta Bandar Lampung ke tempat asal mereka. Kedelapan orang itu diantarkan pihak Polresta Bandar Lampung menuju terminal Rajabasa serta dinaikkan ke bus menuju Pelabuhan Bakauheni.

Ketika di Polresta, mereka diberikan makan dan diberi uang santunan oleh anggota polresta yang juga pengurus Masjid Taqwa Polresta Bandar Lampung. Delapan orang tersebut sempat berada di Mapolresta Bandar Lampung sejak Senin pagi, 5 April 2021 dan beristirahat di Masjid Taqwa Bhayangkara Polresta.

Riswanto (52), satu diantara delapan pekerja itu, mengatakan awalnya mereka dijanjikan pekerjaan oleh seorang pemborong bernama Trisno di Kabupaten Musi Banyu Asin, Sumatera Selatan sejak Februari 2021.

"Kami dijanjikan kerja bangun pabrik di hutan di Banyu Asin. Tukang digaji Rp150 ribu, dan kenek digaji Rp100 ribu per hari. Dijanjikan dibayar per minggu. Tetapi, sampai kerja dua bula, kami tidak dibayar. Kami makan dikasih beras untuk dimasak, tapi karena kehabisan, orangnya juga enggak ada, kami terlantar," ujar Riswanto di Masjid Mapolresta Bandar Lampung, Selasa, 6 April 2021.

Mereka akhirnya bisa menuju Bandar Lampung karena diberi surat jalan oleh Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan dan diberikan uang jalan dan diberi makan. Mereka tiba di dinsos Lampung untuk meminta surat jalan agar bisa menyebrang ke Pelabuhan Bakauheni secara cuma-cuma. Para pekerja diberi surat jalan, uang makan dan uang santunan pun tak ada. Bahkan, para pekerja tersebut sempat minum air keran di dinsos Lampung. Mereka merasa ditelantarkan. 

"Kami diarahkan ke Polresta," ujarnya.

Di sisi lain, Kadinsos Provinsi Lampung, Aswarodi, membantah, telah menelantarkan para warga tersebut. Pihaknya sudah memberikan surat jalan untuk orang-orang tersebut. Menurutnya ada dua kelompok yang pada Selasa 6  April 2021 meminta surat jalan, yakni dua wanita yang hendak pulang ke Riau dan delapan pekerja yang hendak pulang ke Sumedang.

Namun, ia belum mendapatkan laporan secara spesifik terkait delapan orang yang hendak pulang ke Sumedang. Menurutnya, dinsos Lampung sudah bekerja sesuai prosedur operasional standar.

"Ketika ada orang terlantar, di samping kantor itu ada dua kamar. Kalau mau nginep bisa, kami kasih makan, kami kasih surat jalan. Ini bukan pekerjaan sehari ini, bukan yang baru, yang Sumedang saya enggak nanya (ke staf). Menyikapi ini, saya yakin SOP kami sudah berjalan, bisa dia datang sendiri ke kami dan kami kasih surat jalan, tapi banyak juga kami yang kasih surat jalan dan polisi yang antar," paparnya.
 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar