Longsorpesawaran

Delapan Bulan Longsor, Akses di Desa Munca Tak Kunjung Diperbaiki

( kata)
Delapan Bulan Longsor, Akses di Desa Munca Tak Kunjung Diperbaiki
Kondisi jalan di Desa Munca, Pesawaran. Lampost.co/Zainudin


Pesawaran (Lampost.co)-- Kondisi jalan utama penghubung kampung yang berada di Desa Munca, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, mengalami longsor pada 8 bulan lalu. Hal itu membuat hampir seluruh badan amplas sekitar 100 meter.

Kondisi itu membuat akses jalan menuju beberapa kampung di Desa Munca, sempat terputus dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Sementara mobil dan motor milik warga harus dititipkan di rumah warga lainnya. 

Pengendara motor yang melintas pun harus ekstra hati-hati, lantaran saat musim penghujan menyebabkan jalan yang lebarnya sekitar 1,5 meter menjadi lincin. Sehingga bisa membuat pengendara tergelincir. 

Padahal jalan itu sebagian besar dilalui warga untuk membawa hasil perkebunan. Jalan utama penghubung kampung di Desa Munca yang longsor sejak 8 bulan tersebut belum ada upaya perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran. 

Dengan demikian, warga pun hanya bisa menimbun longsoran dan memasang beberapa tiang penyangga jalan dengan peralatan seadaanya. Perbaikan jalan sementara itu pun dari dana swadaya masyarakat. 

Sapta (57) warga setempat menjelaskan longsor yang menutup akses jalan penghubung beberapa kampung di Desa Munca ini sejak 8 bulan lalu. Akibat hujan deras dan bagian bawah jalan ada sumber mata air.

"Bagian bawahnya juga tanah, sehingga jalan mudah longsor. Lalu pemilik tanah ditimbun lagi. Maksudnya agar jalannya tinggi," ujarnya, Rabu 30 Desember 2020.

Sapta mengungkapkan jalan longsor sudah diperbaiki dua kali. Perbaikan pertama kembali longsor lantaran tiang penyangga jalan tidak mampu menopang kendaraan yang melintas ditambah dekat sumber mata air. 

"Untuk perbaikan kedua kami nggak tahu sampai berapa lama bertahannya. Tapi kalau lihat kondisinya dan sering hujan, kemungkinan nggak bakal lama," ujarnya. 

Menurutnya, sejak akses jalan longsor menyebabkan banyak warga terjatuh. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa. "Sudah banyak warga yang jatuh. Tapi Alhamdulillah hanya luka-luka saja, nggak sampai ada korban jiwa," kata dia. 

Ia dan warga lainnya juga mengeluhkan lambannya pemerintah daerah dalam merespon terjadinya longsor, meski sudah beberapa kali dilakukan pendataan dari pemkab. "Di sini ada 200 kepala keluarga (KK), satu KK kami minta Rp30 ribu ada juga yang kasih lebih," paparnya. 

Sementara itu, Asnawi, tokoh masyarakat setempat meminta Pemkab untuk merespon dan memperbaiki akses jalan yang longsor agar pekerjaan warga yang berkerja di perkebunan kembali normal dan aman.

"Kami khawatir penambahan tiang penyangga dari swadaya masyarakat tidak mampu. Jadi kami berharap jalan longsor itu normal kembali," ungkapnya. 

Dia menambahkan jalan longsor yang menghubungkan 6 kampung di Desa Munca yakni Kampung Umbul Jengkol, Sungkai, Sompok, Babakan dan Munca, belum pernah mendapat bantuan dari Pemkab. "Dulu waktu pertama kali longsor, Bupati dan Lurah sempat meninjau lokasi. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya," tandasnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar