#pilkadalamsel#debatkandidat

Debat Kedua Pilkada Lamsel Diisi Enam Segmen

( kata)
Debat Kedua Pilkada Lamsel Diisi Enam Segmen
Debat kandidat yang kedua untuk pasangan calon wakil kepala daerah pada Pilkada Lamsel 2020. Istimewa


Kalianda (Lampost.co) -- KPU Lampung Selatan akan menggelar debat publik yang kedua untuk pasangan calon wakil kepala daerah pada Pilkada Lamsel 2020 di Hotel Raden Intan Syari'ah Candimas, Kecamatan Natar, Rabu, 11 November 2020, sekitar pukul 19.00 WIB. Pada debat kedua ini akan disiarkan langsung melalui media televisi lokal Lampung. 

Hal tersebut diungkapkan Komisoner KPU Lamsel, Mislamudin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa malam, 10 November 2020. Dia mengatakan debat publik kedua ini untuk calon wakil bupati. Dalam debat akan dilaksanakan dengan enam segmen. 

"Debat kedua ini tidak beda jauh dengan debat pertama. Ada pertanyaan dari para panelis untuk semua calon wakil, tanya jawab antarcalon wakil, tanya jawab calon, pertanyaan pendapat atau sanggahan (ditimpali), dan pertanyaan cepat," ujarnya. 

Menurut dia, dalam debat kedua ini KPU Lamsel menghadirkan tiga panelis dari Unila dan moderator Erina Pane, akademisi UIN Bandar Lampung. "Debat publik yang kedua ini kami mengusung tema meningkatkan pelayanan dan menyelesaikan persoalan daerah," ujarnya. 

Selain itu, kata Mislamudin, pihaknya akan memperketat protokol kesehatan. Semua yang hadir wajib menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Bagi peserta dan tamu undangan lainnha wajib pakai masker. Sebelum masuk ke tempat debat terlebih dahulu dilakukan pengecekan suhu tubuh," katanya. 

Dia mengatakan dalam debat kedua nanti hanya dihadiri komisioner KPU Lamsel, calon/pasangan calon, empat orang tim kampanye, dua orang dari Bawaslu Lamsel, dan kru media televisi. 

"Kami berharap para calon nanti tidak banyak menghadirkan pendukung. Sebab, kami membatasi para pendukung masing-masing para calon ini. Bagi pendukung bisa menyaksikan debat secara langsung di salah satu stasiun televisi yang bekerja sama dengan kami. Karena tayangan debat inikan live jadi bisa menontonnya di rumah," kata dia. 

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Lamsel, Iwan Hidayat mengatakan pihaknya berharap masing-masing calon supaya menguasai materi visi dan misi. Sebab, debat itu idealnya merupakan adu gagasan dan program umtuk memajukan daerah. 

"Kalau calon membaca teks yang sudah dibawa sebelumnya, berarti bukan debat atau adu gagasan dan terlihat tidak menguasai materi visi dan misi. Calon seharusnya hanya membawa kertas dan pena kosong untuk mencatat pertanyaan lawan debatnya," kata dia.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar