#Debat#Capres#Cawapres#KPU

Debat Capres-cawapres Akan Diadakan 4 Kali di Jakarta dan 1 di Surabaya

( kata)
Debat Capres-cawapres Akan Diadakan 4 Kali di Jakarta dan 1 di Surabaya
Ketua KPU Arif Budiman (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

JAKARTA (Lampost.co) -- Debat calon presiden dan wakil presiden pada pemilu 2019 akan dilakukan sebanyak lima kali. Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman debat capres akan dilakukan di dua kota, yaitu Jakarta dan Surabaya. Pemilihan di kota Surabaya pun telah disepakati bersama dengan pimpinan redaksi media.

"Supaya nuansanya enggak hanya di Jakarta yang paling gampang di Surabaya karena logistiknya mudah dan sebagainya. Debatnya diadakan 2 kali di Jakarta, 1 kali di Surabaya, 2 kali lagi di Jakarta. Ini draftnya. Lalu kita share ke pimpinan media. Mereka semua oke," terang Arief di Gedung KPU, Menteng, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Lalu menurut Arief ada konsekuensi yang berbeda jika diselenggarakan debat capres di Jakarta dan Surabaya. Namun kata Arief, KPU bisa menangani hal tersebut dengan meminta persediaan penyelenggara penyiaran untuk menayangkan debat capres tersebut.

"Ada konsekuensi yang berbeda antara penyelenggara di Jakarta dan Surabaya, karena kan energinya lebih besar di Surabaya. Yaudah KPU bisa atasi itu. Makanya kami minta kesediaan penyelenggara penyiaran siapa yang bersedia di Surabaya. Ternyata ada juga yang mau. Sekarang kami sedang minta kesiapan mereka, "kata Arief.

Kemudian Arief mengatakan, KPU membuat opsi siaran debat capres pada setiap tanggal 17 dengan alasan bahwa pada tanggal 17 April dilaksanakan pemungutan suara pemilu 2019.

"Biar mengingatkan semua orang bahwa pemungutan tanggal 17 April. Akhirnya dengan pertimbangan itu tadi. Januari 17, Februari 17, Maret juga 17 dan 30, april tanggal 13 (hari akhir kampanye). Kami ingin warga merasakan nuansa Pilpres serta semua televisi boleh menyiarkan," ujar Arief.

Sebelumnya Founder Foreign Policy Community of Indonesia, Dino Patti Djalal datang ke KPU kemarin. Menurut Arief kedatangan Dino tersebut dalam rangka memberikan masukan tentang materi debat.

"Ya dia bertanya soal regulasi juga sih apakah debat akan presiden dan presiden. Atau presiden dan wakil presiden, apa saja formatnya, saya jelaskan bagaimana regulasinya. Mungkin dia melihat metode debat di banyak negara dan ingin memberikan masukan-masukan,"ucap Arief.

Menurut Arief, Dino Patti Djalal bisa menghadirkan ahli-ahli untuk jadi panelis dan bahkan moderator. Kemudian, katanya FPCI juga bukan menjadi lembaga pertama yang memberikan masukan soal materi debat.

"Banyak yang sudah memberikan masukan ke kita, di antaranya budayawan dan sudah minta audiensi. Masukan tertulisnya sudah dikirim dan meminta audensi tanggal 6/12 nanti. Kemudian lingkungan hidup juga sudah. Jadi budayawan, lingkungan hidup, isu internasional, dan kelompok agama. Mereka juga sudah memberikan catatan seperti isu-isu SARA." tandas Arief. 

 

 

MI



Berita Terkait



Komentar