#kesehatan#wabah

DBD Masih Menjadi Ancaman Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

( kata)
DBD Masih Menjadi Ancaman Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19
Petugas UPTD Puskesmas Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di rumah pasien DBD di Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lamsel, Rabu, 28 Oktober 2020. Dok.


Kalianda (Lampost.co) -- Kasus demam berdarah dengue (DBD) di tengah pandemi Covid-19, masih menjadi ancaman bagi masyarakat di Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Sebab, satu kasus DBD di Kecamatan Palas kembali muncul.

Kasus DBD kali ini dialami M. Bagas Syahputra (15), warga RT/RW 003/002 Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lamsel. Hingga kini, ia masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda. 

Penanggung jawab Program DBD UPTD Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Joko Prihanto mengatakan pasien tersebut dirawat di rumah sakit pelat merah itu sejak Senin, 27 Oktober 2020.

"Informasi dari keluarga, pasien mulai mengalami gejala panas sejak 20 Oktober 2020. Kemudian, dua hari yang lalu pasien dirawat dan dinyatakan positif DBD," kata dia, Rabu malam, 28 Oktober 2020.

Mendapatkan laporan dari pihak rumah sakit, kata Joko, pihaknya langsung mendatangi kediaman pasien DBD tersebut untuk melakukan penyelidikan epidemiologi (PE). Petugas menjumpai ribuan vektor jentik-jentik nyamuk yang diduga Aedes Aegypti.

"Memang saat kami PE, banyak jentik nyamuk yang diduga Aedes Aegypti di bak penampungan air rumah pasien. Kemudian, di sekitaran rumahnya banyak objek yang bisa menjadi genangan air tempat bersarangnya jentik nyamuk," katanya. 

Joko mengatakan pihaknya berencana melakukan pengasapan atau fogging fokus di rumah pasien DBD hingga radius 100 meter. Namun, upaya ini bersifat sementara karena hanya membunuh nyamuk dewasa. 

"Insya Allah, kami akan fogging pada Jumat, 30 Oktober 2020. Tapi kami ingatkan lagi, fogging bukan solusi utama. Paling efektif adalah peran serta masyarakat dalam menjalankan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), yakni dengan rajin menguras dan menutup bak penampungan, serta mengubur barang bekas. Harus menjaga keberhasilan lingkungan," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Palas, Rosmeli, mengatakan pihaknya mengingatkan kembali masyarakat agar meningkatkan kebersihan lingkungan atau PSN dengan cara melakukan 3M plus. 

"Masyarakat harus rajin menguras dan menutup bak penampungan air. Serta mengubur barang bekas yang menjadi objek genangan air. Kemudian, jangan lupa menggunakan body lation saat tidur, pagi hari dan sore. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, kita harus menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar