#dbd#pringsewu

DBD di Pringsewu Januari - November 2021 Mencapai 132 Kasus 

( kata)
DBD di Pringsewu Januari - November 2021 Mencapai 132 Kasus 
Ilustrasi DBD : Istimewa


Pringsewu (Lampost.co) -- Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Pringsewu sejak Januari-November 2021 mencapai 132 kasus. Untuk itu masyarakat diharapkan waspada dengan penularan DBD apalagi saat ini musim hujan. Demikian dikatakan Wakil Bupati (Wabup) Pringsewu, Fauzi.

Dia mengingatkan agar terus mewaspadai Demam Berdarah Dengue. Hal tersebut mengingat angka kasus tersebut cukup tinggi di Bumi Jejama Secancanan. 

"Bahkan, sesuai laporan Dinkes pada Oktober 2021 terdapat kasus DBD sebanyak 21 kasus. Bahkan, satu penderita adalah anak berusia 10 tahun dari Gadingrejo," kata Fauzi di ruang kerja, Senin, 22 November 2021. 

Bahkan, kata dia, pada November 2021 juga terdapat 9 kasus DBD. 

"Jadi, sampai sekarang sudah 132 kasus DBD. Sehingga pandemi covid-19 itu bukanlah satu-satunya masalah kesehatan yang harus ditangani Pemkab Pringsewu," ungkapnya.

Baca juga: 29 Kasus DBD Ditemukan di Metro selama 2021

Fauzi melanjutkan kondisi ini telah menempatkan Pringsewu sebagai daerah tertinggi ketiga kasus DBD di Provinsi Lampung, setelah Bandar Lampung (337 kasus), dan Lampung Selatan (158 kasus). 

Fauzi berharap pemberantasan sarang nyamuk seperti menutup, menguras, mendaur ulang limbah di sekitar tempat tinggal harus lebih gencar dilakukan. Selain itu, pemeriksaan  jentik nyamuk, memakai lotion anti nyamuk juga menjadi upaya agar kasus penularan DBD tidak terus terjadi.

Wabup juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah, camat, kepala pekon dan lurah terus melakukan sosialisasi penerapan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat, serta menggerakkan warga untuk segera melakukan Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (Geber PSN) dan 3M plus. 


 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar