#dbd

DBD di Palas Lamsel Bertambah Satu Kasus

( kata)
DBD di Palas Lamsel Bertambah Satu Kasus
Petugas dari Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas sedang mensosialisasikan pemberantasan sarang nyamuk, Minggu, 28 Agustus 2022. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) kembali bertambah satu kasus. Penambahan kasus muncul di Desa Palaspasemah.

Dengan penambahan tersebut, maka Kecamatan Palas telah menyumbang 21 kasus DBD di Lamsel sepanjang 2022. 

Pemegang Program DBD UPTD Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Joko Prihanto mengatakan, pasien yang dinyatakan terkena DBD oleh RSUD Bob Bazar Kalianda ketika dirawat sejak 18 Agustus 2022.

"Satu kasus ini merupakan putri dari pasien yang bulan lalu juga terserang DBD. Total, ada empat kasus di Desa Palaspasemah selama dua bulan terakhir," kata dia, Minggu, 28 Agustus 2022.

Baca: Perubahan Cuaca Picu DBD, Warga Bandar Lampung Diminta Waspada

 

Pihaknya mengaku telah menurunkan petugas ke rumah pasien untuk melakukan penyelidikan epidemiologi (PE). Namun, hasilnya tidak ditemukan jentik nyamuk aedes aegypti.

"Saat kami turun rumah pasien sudah bersih. Jadi, kami tidak sama sekali menemukan jentik-jentik," kata dia.

Meski demikian, Joko mengatakan masyarakat untuk proaktif dalam melakukan pencegahan DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Nyamuk aedes aegypti ini hanya bisa kita cegah dengan proaktif melalui PSN dan kebersihan lingkungan. Insyaallah, dengan lingkungan bersih, kita terhindar dari DBD," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Palaspasemah, Evan Rastriandana mengatakan, pihaknya bersama Puskesmas Palas telah melakukan pengasapan di lingkungan pasien.

"Bukan hanya itu, masyarakat juga sudah diberi abate untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. Meski demikian, kami berharap masyarakat juga dapat menjaga kebersihan lingkungan supaya dapat terhindar gigitan nyamuk aedes aegypti," kata dia. 

Sebanyak 21 kasus DBD di Kecamatan Palas itu tersebar di tujuh desa, yakni Desa Sukaraja sebanyak empat kasus, Bangunan (1), Mekarmulya (1), Sukamulya (6), Tanjungsari (3), Sukabakti (2), dan Palaspasemah (4).

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar