#beritalampung#beritabandarlampung#ekbis#bbm

Daya Beli Masyarakat Menurun, Gebu Minang Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan BBM

( kata)
Daya Beli Masyarakat Menurun, Gebu Minang Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan BBM
Suasana pasar nampak lengang. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): Daya beli masyarakat Kota Bandar Lampung menurun akibat kelesuan ekonomi usai dilanda pandemi Covid-19 ditambah adanya penyesuain kenaikan harga Bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah beberapa waktu lalu.

"Berkurangnya daya beli masyarakat itu berkaitan dengan pendapatan masyarakat. Karena pendapatan masyarakat itu berkurang, otomatis daya beli pun ikut menurun. Dan itu yang menyebabkan pasar tradisional saat ini sepi," kata Pengurus DPP Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang, Herman Malano, Jumat, 7 Oktober 2022.

Menurutnya, tidak hanya di pasar tradisional saja yang sepi, supermarket dan mal juga banyak yang tutup, karena pembelinya sepi. "Yang masih bertahan seperti Indomaret, Alfamart, dan warung-warung masyarakat. Itupun berkurang omzetnya," katanya.

Menurutnya masyarakat sekarang ini hanya membeli kebutuhan yang primer dan tidak terlalu memikirkan untuk membeli kebutuhan sekunder apalagi untuk golongan ekonomi menengah ke bawah.

Dia mengatakan solusinya pemerintah menggerakkan kembali roda perekonomian. "Dengan membuat aktivitas produksi, lapangan pekerjaan terserap dan meninjau kembali kenaikan harga BBM atau paling tidak di evaluasi," ujarnya.

Sementara, lanjut dia, pemerintah juga dapat melakukan stimulus ekonomi bagi UMKM-UMKM dengan diberikan subsidi atau harga khusus. "Pemerintah harus segera mengambil langkah, bagaimana kebijakan dari pemerintah agar bisa meningkatkan kembali daya beli masyarakat," katanya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar