#COVID-19#METRO#OKSIGEN

Daya Beli Masyarakat di Metro Tinggi Meski Oksigen Langka

( kata)
Daya Beli Masyarakat di Metro Tinggi Meski Oksigen Langka
Sumarno, agen gas di Jalan reformasi, gang ikhlas II, RT51, RW 008, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Daya beli masyarakat sangat tinggi ditengah kelangkaan gas oksigen pada masa pandemi covid-19. 

Sumarno, agen gas di Kota Metro, mengaku, pada minggu-minggu terakhir ini peminatnya sangat banyak. 

"Saat ini penjualan tidak ada putusnya. Terutama bagi warga yang membutuhkan oksigen untuk isolasi mandiri," ujarnya saat ditemui di kediamannya di Jalan reformasi, gang ikhlas II, RT51, RW 008, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Minggu, 1 Agustus 2021. 

Bahkan, lanjutnya, gas oksigen yang didapatnya pun sempat dikurangi oleh perusahaan Lampung Gas. 

"Kalau saya ngambil oksigennya dari Natar, Lampung Selatan. Kalau sebelum pandemi sehari bisa 30 tabung. Namun, sekarang ini hanya diberikan 10 tabung perhari," kata dia. 

Baca juga : Kelangkaan Tabung Oksigen di Lampung akan Diselidiki

Sumarno menjelaskan, meski saat ini oksigen langka, ia tetap memprioritaskan masyarakat untuk melakukan isolasi mandiri. Walaupun sebelumnya, penerima oksigen langganannya adalah pembengkel dan penjual ikan.

"Kami utamakan kesehatan, nanti jika pandemi sudah berkurang baru kami bisa kirim ke bengkel dan tukang ikan hias lagi. Sebenernya kasian juga mereka," ujarnya.

Sumarno juga menerangkan kini pihaknya sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rumah Sakit Azizah untuk mendistribusikan oksigen yang ia dapat dari Lampung Gas. 

"Saya kan ada perjanjian dari Rumah Sakit Azizah untuk selalu ngirim ke sana. Dan dari jatah yang kami terima akan diprioritaskan untuk rumah sakit tersebut. Untuk oksigen yang tersisa paling 2 tabung, karena kalau ada langsung dikirim ke RS Azizah," kata dia.

Selama pandemi Covid-19, Sumarno mengatakan, tabung ukuran besar dengan kapasitas 6 meter kubik mengalami kenaikan hampir 10 ribu rupiah. 

"Sebelum covid waktu itu harganya Rp27 ribu, kalau sekarang harganya Rp32 ribu. Itu pun karena saya agen lama, kalau agen baru bisa Rp40-50 ribu," jelasnya.

Baca juga : Nanang Jemput Bola Atasi Kelangkaan Oksigen di RSUD Bob Bazar Kalianda

Sumarno tak bisa berbuat banyak ketika ada yang datang membutuhkan oksigen untuk pasien isoman sementara stok oksigen habis. Ia mengatakan, jika ada stok maka langsung memberinya pada siapa pun yang datang ke rumah.

"Kalau tersedia, silakan datang, kalau enggak ada mau bagaimana lagi. Permintaan banyak sekali untuk isoman-isoman tapi gimana nggak ada stoknya juga," bebernya.

Ia mengaku, saat ini Lampung Gas memprioritaskan oksigen untuk rumah sakit yang membutuhkan. Sementara agen mendapatkan oksigen jika ada sisanya.

"Tapi kalau agen pasti kebagian, minimal kami dapet yang kecil. Untuk yang tabung kecil ukuran 1 meter kubik itu kami jual Rp50 ribu, saya ga berani ngambil banyak karena untuk bantu orang kesehatan. Yang besar 80 sampai 100 kalau dulu. Saat ini bisa 110-120 ribu," tandas Sumarno.

Hal senada disampaikan oleh Oni, warga Metro Pusat yang juga agen oksigen. Ia mengatakan saat ini peminat oksigen begitu banyak, namun ketersediaan sangat terbatas.

"Di sini sedang habis. Kami pun ngambil di Lampung Gas, Natar. Peminat minggu ini banyak, tapi stok terbatas," katanya saat dikonfirmasi di rumahnya.

Ia berharap, Covid-19 cepat berlalu dan semunya bisa berjalan normal kembali.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar