#kebocorandata#hacker

Data Nasabah BRI Life Bocor di Internet

( kata)
Data Nasabah BRI Life Bocor di Internet
Hacker. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Kasus kebocoran data penduduk Indonesia yang berisi informasi sensitif di internet kembali terjadi. Kali ini laporan yang beredar adalah data nasabah asuransi dari BRI Life diklaim bocor oleh peretas dan diperjual belikan di pasar gelap internet alias dark web.

Klaim dan bukti kasus kebocoran data nasabah BRI Life tersebut dilaporkan akun Twitter @UnderTheBreach milik Alon Gal, seorang co-founder dan CTO dari perusahaan investigasi kejahatan siber bernama Hudson Rock.

Informasi yang dibagikan cukup valid karena dilengkapi dengan bukti data yang bocor. Selain itu, akun Twitter @UnderTheBreach adalah sosok yang mengungkap kebocoran data Komisi Pemilihan Umum dan Tokopedia pada tahun lalu serta kasus lainnya yang berisi data kependudukan Indonesia.

Akun Twitter @UnderTheBreach menunjukan bukti berupa tangkapan layar yang diklaim berasal dari video berdurasi 30 menit yang memperlihatkan data yang berhasil data nasabah BRI Life yang berhasil dicuri dengan kapasitas kira-kira 250GB.

Data nasabah BRI Life yang bocor diklaim terdiri dari informasi pribadi dua juta nasabah dan 463.000 dokumen. Di dalamnya diperlihatkan juga foto KTP, nomor rekening, nomor wajib pajak, akte kelahiran, dan rekam medis nasabah.

Akun Twitter @UnderTheBreach mengklaim semua data tersebut diperjual belikan dengan harga USD7.000 atau kisaran Rp101,6 juta. Di akun Twitter @HRock milik firma Hudson Rock disebutkan data yang bocor diperoleh lewat aksi peretasan komputer pegawai BRI Life.

Hudson Rock menampilkan bukti investigasi sejumlah komputer pegawai BRI Life dan BRI disusupi hacker dan mengambil alih akses ke penyimpanan data milik perusahaan.

Pihak BRI Life sendiri dilaporkan mengetahui informasi yang ditemukan akun Twitter @UnderTheBreach dan firma Hudson Rock. CEO BRI Life Iwan Pasila belum merilis pernyataan resmi. Namun, diklaim sudah mengetahui kondisi tersebut dan sedang melakukan investigasi mendalam.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar