datahonorer

Data Guru Honorer Penerima BSU Diduga Bocor

( kata)
Data Guru Honorer Penerima BSU Diduga Bocor
Guru sedang mengajarkan siswa di muka kelas/MI/Gino Hadi.


Jakarta (Lampost.co) -- Ratusan ribu data guru honorer calon penerima bantuan subsidi upah (BSU) Rp1,8 juta diduga bocor. Data penerima bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu beredar luas di media sosial termasuk WhatsApp Group (WAG).
 
"Dalam konten berbentuk aplikasi excel tersebut tercantum ratusan ribu nama orang yang diduga calon penerima BSU Kemdikbud," kata Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, seperti dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 19 November 2020.
 
Dia tak memerinci jumlah pasti data honorer yang bocor. Namun menilik data Kemendikbud,calon penerimanya BSU mencapai 2.034.732 orang untuk total subsidi Rp3,66 triliun.

Beredarnya data-data tersebut membuat P2G dan para guru resah. Satriwan mengatakan semestinya pihak Kemdikbud dan pihak bank bisa menjaga kerahasiaan data itu.
 
Dia menyebut data yang disebar mencangkum nomor induk kependudukan dan nomor rekening guru honorer. Tak hanya itu, nama Ibu kandung mereka juga tertera.
 
"Kami sangat menyayangkan data pribadi ini bocor dan tersebar ke publik melalui WAG," sesal Satriwan.
 
Menurut dia, proses pendataan calon penerima BSU lebih praktis dan efesien. Guru honorer tinggal mengecek di web Dirjen Guru dan Tenaga Kerja Pendidikan Kemdikbud, dan mendaftarkan diri secara mandiri.
 
Pendaftaran tidak melibatkan pihak ketiga atau administrasi di sekolah. Mereka tak membutuhkan surat keterangan kepala sekolah, yayasan, dan lainnya.
 
"Semua serba langsung antara guru honorer atau swasta dengan Kemdikbud," tambahnya.
 
Kabid Advokasi Guru P2G, Iman Z Haeri, menyayangkan dugaan bocornya data guru honorer. Menurut dia, potensi penyalahgunaan data bisa saja dilakukan.
 
"Dapat bantuan subsidi saja belum, datanya sudah bocor. Miris sekali nasib guru honorer," tuturnya.
 

Medcom







Berita Terkait



Komentar