#beritalampung#beritalampungterkini#covid-19#subvarianomikronxbb#omikron

Dari 21 Kasus Covid-19 di Pesawaran Tidak Terdekteksi Subvarian Omikron XBB

( kata)
Dari 21 Kasus Covid-19 di Pesawaran Tidak Terdekteksi Subvarian Omikron XBB
Ilustrasi. Dok


Pesawaran (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan Pesawaran mencatat per 17 November 2022 terdapat 21 kasus aktif Covid-19 terjadi di Bumi Andan Jejama. Dari 21 kasus aktif tersebut, empat pasien menjalani isolasi mandiri dan 17 pasien lainnya menjalani isolasi di fasilitas kesehatan baik di Pesawaran maupun luar daerah.

"Jadi ke-17 pasien yang sedang isolasi itu, ada yang di RSUD Pesawaran kemudian GMC, lalu ada juga yang di RS luar daerah, seperti di RS Urip Sumohardjo, Advent, Abdul Moeloek, Tjokrodipo, dan Mitra Husada Pringsewu," ujar Sekretaris Dinkes Pesawaran, Andika, Jumat, 18 November 2022.

Baca juga: RSUDAM Targetkan Tangani 250 Kali Bedah Jantung pada 2023

Dia mengatakan gejala umum dari keseluruhan pasien mengalami demam, menggigil, mual, muntah, sakit tenggorokan, sesak napas, dan sakit kepala. "Rata-rata kasus harian selama 7 hari terakhir 1--3 kasus, namun kemarin Rabu, 16 November 2022, kasus harian mencapai 7 kasus itu yang tertinggi selama ini, dengan satu kasus merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri," katanya.

Menurut dia, sampai saat ini belum ditemukan kasus Covid-19 dengan varian baru dari para pasien yang dinyatakan terkonfirmasi maupun menjalani isolasi mandiri.

"Sampai saat ini hasil pemeriksaan WGS Litbangkes Kemenkes per 17 November 2022 berdasarkan informasi di aplikasi NARS, virus Covid-19 yang ada di Pesawaran merupakan varian omikron, namun untuk subvarian omikron yang terbaru yaitu XBB belum terdeteksi di kabupaten kita," katanya.

Dia menambahkan untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, pihaknya terus menyosialisasikan terkait penerapan prokes minimal menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

"Selain mengejar pencapaian vaksinasi, kami juga meminta seluruh petugas di fasilitas kesehatan di 11 kecamatan untuk gencar menyosialisasikan penerapan prokes yang mulai kendor di tengah masyarakat," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar