#videoPorno#siswaSmp#pindah#beritalampung

Dapat Kiriman Video Porno, Siswi SMP Diminta Pindah Sekolah

( kata)
Dapat Kiriman Video Porno, Siswi SMP Diminta Pindah Sekolah
Ilustrasi (Google image)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Akibat memiliki video porno di ponselnya, DM siswi SMPN 21 Bandar Lampung kelas 8, warga Tanjungsenang diminta guru Bimbingan Konseling (BK) untuk pindah ke sekolah lain.

Kakak kandung DM, Ahmad Rozali, menyesalkan kejadian tersebut, karena menurut dia, adiknya merupakan korban kiriman video porno di WhatsApp grup pelajar oleh orang tak dikenal.

Ahmad menjelaskan, awalanya kejadian terjadi pada, Kamis (11/10/2018) saat jam belajar, guru BK menerima laporan dari salah satu siswa, bahwa DM menyimpan video porno. Guru itu lalu melakukan pengecekan ternyata benar video itu ada di salah satu group WhatsApp di ponsel milik adiknya. 

"Saya kecewa atas perilaku guru BK yang tiba-tiba meminta adik saya  pindah sekolah. Ini juga tanpa pemberitahuan surat panggilan orang tua atau lainnya," kata dia kepada Lampost.co, Rabu (17/10/2018).

Padahal secara prosedur kesiswaan, sekolah wajib memberikan surat pemanggilan kepada orang tua bahwa adiknya bermasalah disekolah, tapi nyatanya tidak ada. Justru ponsel milik adiknya ditahan. 

Seharusnya kata Ahmad, pihak sekolah menyelidiki siapa orang yang mengirimkan video tersebut ke ponsel adiknya melalui grup aplikasi Whatsapp.

Sementara itu Guru BK SMPN 21 Bandar Lampung Siti Khodijah mengatakan pihaknya telah memberikan surat undangan resmi kepada orang tua DM. Ia juga meminta DM pindah sekolah supaya mendapatkan lingkungan yang lebih nyaman. 
"Saya bikin surat undangan resmi. Saya gak bilang pemecatan kepada orang tuanya. Saya hanya bilang selamatkan anak ibu, karena lingkungan dia sudah tidak nyaman. Tidak ada bahasa saya memindahkan, tapi yang saya sampaikan kita selamatkan anak ibu. Jadi tidak ada guru BK SMP 21 memecat itu tidak ada," tegasnya. 

Senada, Kepala Sekolah SMPN 21 Bandar Lampung, Yulianti membantah pihaknya akan mengeluarkan DM dari sekolahnya. "Kami baru komunikasi belum ada tindakan mengeluarkan, kami baru pembinaan, masih dalam batas normal dalam kategori aturan di sekolah ini," kata dia.

Yulianti menegaskan pihaknya sebagai penanggungjawab sekolah akan membina siswanya supaya tidak keluar jalur. "Kami selamatkan jangan sampai berkelanjutan dan terulang kembali. Misalnya diganti nomor hape atau apa. Karena anak ini sudah berani membuka itu (video Porno). Sayang anaknya masih kecil, makanya kami sarankan selamatkan anaknya. Jadi belum ada pemindahan sekolah," katanya. 

Firman Luqmanulhakim







Berita Terkait



Komentar