#metro

Dapat Restorative Justice, Tujuh Pencuri Kamera Digital di Metro Dibebaskan

( kata)
Dapat <i>Restorative Justice</i>, Tujuh Pencuri Kamera Digital di Metro Dibebaskan
Kajari Metro, Virginia Hariztavianne saat melepas ketujuh pelaku pencurian kamera digital di Kota Metro, Kamis, 4 Agustus 2022. (Lampost.co/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co) -- Sebanyak tujuh pencuri kamera digital di Bumi Sai Wawai bebas setelah kejaksaan negeri (Kejari) Kota Metro memberikan kesempatan dengan restorative justice (RJ). Ketujuh pelaku tersebut langsung menangis dan bersujud syukur karena bebas dari tuntutan pencurian di SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Metro, Virginia Hariztavianne, mengatakan, pelaku yang mendapatkan restorative justice diantaranya BDL, WND, dan FSL yang merupakan warga Metro Utara dan SRY warga Metro Barat. 

"ABD yang merupakan warga Batanghari, IVN warga Way Jepara, Lampung Timur, dan DNL warga Metro. Ketujuh orang tersebut bebas tuntutan atas tindak pidana pencurian kamera di salah satu sekolah swasta Metro," kata dia, Kamis, 4 Agustus 2022. 

Virginia menjelaskan, ketujuh pelaku sebenarnya dijerat oleh pasal yang berbeda karena masing-masing memiliki peran yang berbeda. Ada sebagai pencuri dan penadah barang curian. 

"Satu orang menjalani proses hukum dan dijerat Pasal 362 KUHP karena sudah mengambil kamera DSLR milik remaja berinisial BR, sedangkan keenam pelaku lainnya dijerat Pasal 480 KUHP", ujarnya. 

Virginia menambahkan, sebelumnya ketujuh pelaku tersebut sempat menjalani penahanan kurang lebih tiga bulan selama proses pengembangan berlangsung. Pembebasan ketujuh orang tersebut dari tuntutan patut disyukuri. Para keluarga dan para pelaku tak kuasa menahan air mata ketika mendapatkan kebebasan karena tuntutan perkaranya dihentikan.

"Tujuh tersangka ini kurang lebih sudah ditahan sekitar 3 bulanan. Alhamdulilah, Kejari Metro saat ini sudah tiga kali memberikan restorative justice kepada pelaku tindak pidana," kata Virginia. 

Diketahui, penghentian tuntutan berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 tahun 2020. Dengan syarat tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, jumlah kerugian di bawah Rp2,5 juta, tuntutan di bawah lima tahun penjara serta ada perdamaian antara tersangka dengan korban dan direspons positif keluarga.

Baca juga: 8 Tabung Gas dan Kamera Digital Milik Warga Balikbukit Lambar Digasak Maling

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Metro, Wikan Adhi Cahya menjelaskan tindak pidana tersebut berawal dari satu pelaku yang mengambil kamera DSLR kemudian dijual kepada pelaku lainnya.

"Kronologi persisnya berawal dari tersangka SRY yang berhasil mengambil Kamera milik remaja berinisial BR, kemudian SRY menjualnya Rp400 ribu kepada tersangka lainnya dan seterusnya," ujar Wikan.

Setelah itu, Agus Hariyanto selaku salah satu pihak keluarga pelaku mengucapkan terima kasih banyak kepada kejaksaan negeri Metro yang telah membebaskan ketujuh pelaku tersebut.

"Saya sangat berterima kasih kepada Kejaksaan Negeri Metro yang sudah membebaskan keluarga kami dari segala tuntutan," ungkapnya. 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar