#blud#umkm#koperasi#beritalambar

Dana Pinjaman Bergulir BLUD Lambar Rp537 Juta Macet 

( kata)
Dana Pinjaman Bergulir BLUD Lambar Rp537 Juta Macet 
Kepala UPTD BLUD Dinas Koperindagpas Lambar M Indawan. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co): Pengembalian dana bergulir sebesar Rp537 juta yang dikelolah oleh UPTD Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) Lampung Barat dibawah naungan Dinas Koperindagpas Lampung Barat macet.

Dari jumlah itu, sebesar Rp300,3 juta diantaranya adalah dana perguliran yang macet sejak tahun 2003-2008. Karena itu pihak UPTD BLUD berencana akan mengusulkan untuk dihapuskan secara bersyarat sebesar Rp300,3 juta.

Kepala UPTD BLUD M Indawan mengatakan masa pengembalian dana pinjaman bergulir sebesar Rp300,3 juta itu menunggak terhitung mulai tahun 2003-2008, hingga saat ini belum ada kejelasan pengembaliannya.

Terkait tunggakan itu, lanjut dia, pihaknya telah berupaya melakukan penagihan akan tetapi belum ada hasil. Bahkan peminjamnya pun ada yang sudah tidak ada lagi ditempatnya atau pindah dan ada juga yang usahanya sudah tutup.

Karena itu berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan bagian keuangan maka dana tunggakan sebesar Rp300,3 juta itu rencananya akan dihapuskan secara bersyarat.

"Dihapuskan maksudnya adalah data tunggakan itu sifatnya hanya disisihkan dari laporan keuangan pemerintah daerah namun penagihan tetap dilaksanakan," kata Indawan.

Terkait rencana penghapusan itu, pihaknya kini masih akan berkoordinasi dengan Kantor Perbendaharaan Kas Negara (KPKN) Bandar Lampung.

Ia menjelaskan rencana penghapusan tunggakan pengembalian dana bergulir itu adalah atas saran dari BPKD yang meminta agar pihaknya melakukan penghapusan.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil audit yang telah dilakukan oleh kantor Akuntan Publik Provinsi Lampung tahun buku 2019, jumlah tunggakan yang macet hingga saat ini termasuk tunggakan yang macet sejak 2003-2008 itu yakni mencapai Rp690 juta berasal dari 152 UKM.

Namun dari jumlah itu, terhitung pada Oktober lalu sebagian peminjam telah mengembalikan dengan total pengembalian mencapai sebesar Rp153 juta. Sehingga total dana yang macet saat ini seluruhnya termasuk yang macet sejak 2003-2008 hingga saat ini tersisa sebesar Rp537 juta..

"Pengembalian perguliran dana yang mengalami macet belakangan ini adalah karena dampak wabah Covid-19," katanya.

Ia berharap sisa dana tunggakan yang macet tersebut dapat dikembalikan sebab antara pihaknya dengan peminjan sudah ada ikatan agunan dan juga sanksi jatuh tempo apabila menunggak. 

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar