#First-Travel#Jasa-Umrah

Dana Jemaah First Travel Layak Dikembalikan

( kata)
Dana Jemaah First Travel Layak Dikembalikan
Sejumlah kendaraan barang bukti sitaan akan dipindahkan dari kantor Kejari Kota Depok, Jawa Barat. (Foto: Medcom.id/Octavianus)

Jakarta (Lampost.co) -- Pakar Hukum Pidana Jamin Ginting menilai jemaah berhak menerima dana yang telah disetorkan ke First Travel. Pasalnya,uang yang dititipkan jemaah bukan merupakan bagian dari tindak kejahatan.

"Karena mereka tidak punya niat jahat untuk bersama-sama dengan pelaku tindak pidana melakukan suatu perbuatan," ujar Jamin dalam program Prime Talk Metro TV, Senin, 18 November 2019.

Jamin mengatakan, dalam pertimbangan putusan seharusnya hakim mempertimbangkan aspek lain di luar ketentuan hukum pidana. Sejatinya, dalam KUHP tak diatur bahwa barang bukti tak bisa dikembalikan atau dibagikan, namun dikembalikan ke negara.

"Dalam konteks ini saya kira, dalam memutuskan suatu perkara hakim bukan melihat dari ranah dari sisi kepastian hukum saja, tapi rasa keadilan dalam masyarakat enggak muncul dalam putusan itu," kata Jamin.

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) Abdullah, atas putusan kasasi yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah, jaksa penuntut umum yang bakal melakukan eksekusi terhadap aset First Travel. Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok yang bakal mengeksekusi untuk diserahkan ke negara.

"Semua berpulang kepada jaksa sebagai eksekutor setelah nanti dieksekusi disetorkan ke kas negara. Kemudian (aset) apakah dikemanakan itu tergantung negara, saya yakin negara punya hati, hadir di tengah-tengah masyarakat," ujar Abdullah.

MA sebelumnya memutuskan seluruh harta dan aset First Travel diserahkan ke negara, bukan ke jemaah. Dari ribuan barang bukti, terdapat sejumlah aksesori seperti tas dan kaca mata mewah, juga sejumlah kendaraan. Barang-barang mewah tersebut dibeli dari uang para jemaah calon umrah yang mendaftar ke First Travel.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar