#gunungsugih#danadesa#infrastruktur

Dana Desa Pekon Gunungsugih Fokus Bangun Jalan

( kata)
Dana Desa Pekon Gunungsugih Fokus Bangun Jalan
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

Liwa (Lampost.co) – Pemerintah Pekon Gunungsugih, Kecamatan Bakikbukit, Lampung Barat melalui dana desa untuk sementara masih fokus pada pembangunan jalan.

Peratin Pekon Gunungsugih Muhammad Efendi, mengatakan tahun lalu jumlah pendapatan pekon Gunungsugih mencapai Rp1,338 miliar. Pendapatan itu terdiri dana desa senilai Rp1,335 miliar termasuk dana pendamping pekon dan sisanya pendapatan dari BUMPekon.

Sebesar Rp602,527 juta dari dana desa yang diterima kata dia, fokusnya adalah untuk pembangunan fisik yang umumnya adalah infrastruktur jalan lingkungan.

Ia memaparkan, ada 5 lokasi jalan lingkungan yang dibangun menggunakan dana desa tahun 2019 itu. Total dana desa untuk pelaksanaan pembangunan fisik yaitu Rp602,527 juta.

Lima badan jalan lingkungan yang dibangun itu adalah pembangunan rabat jalan di Pemangku Kotaagung berupa pembukaan dan pengerasan (rabat) jalan menuju lokasi pemakaman.

Kemudian pembukaan dan pembangungan rabat jalan menuju lokasi pemakaman di Pemangku Gunungsugih. Lalu ada pembangunan draenase/talut penahan air di pemangku Bandingagung yang bertujuan agar air disepanjang jalan lintas itu tidak tergenang.

Maka akan dibangun drainase  permanen sehingga saat hujan,  air mengalir ke pembuangan belakang pemukiman warga.

Pemerintah setempat akan melakukan pengerasan jalan lingkungan di Pemangku Gunungsugih I dan Pemangku Kelutum.

"Pembangunan pekon Gunungsugih pada tahun 2019 fokusnya masih pada infrastruktur jalan karena itu yang sangat dibutuhkan masyarakat. Dimana masih banyak jalan lingkungan dan jalan produksi yang belum terbangun," kata Efendi.

Ia menambahkan, selain untuk pembangunan fisik itu, dana desa maupun ADP tahun 2019 sebagian juga untuk kegiatan operasional pemerintahan, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan dan penanggulangan bencana.

Dana untuk kegiatan pemerintahan pekon mencapai Rp416,989 juta yang digunakan untuk biaya penghasilan aparatur pekon dan LHP.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar