Pembangunanpringsewu

Dana Desa di Pringsewu Diprioritaskan untuk Penanganan Covid-19

( kata)
Dana Desa di Pringsewu Diprioritaskan untuk Penanganan Covid-19
Dana desa. Ilustrasi


Pringsewu (Lampost.co): Sejumlah Pekon pesimistis bisa menggunakan dana desa untuk pembangunan fisik. Pasalnya dalam aturan penggunaan dana desa 2021 masih harus fokus untuk penanganan dampak covid-19 dan kebangkitan ekonomi warga.

Kepala Pekon Nusawungu, Kecamatan Banyumas, Joko Supriyono, mengatakan dana desa harus menganggarkan bantuan langsung tunai (BLT) selama 12 bulan sebesar Rp300 ribu per kepala keluarga.

Selain itu, anggaran itu juga diharuskan dialokasi untuk ekonomi kerakyatan dan kebangkitan perekonomian warga. "Jadi tentu berat untuk bisa melakukan pembangunan fisik," kata Joko, Minggu, 17 Januari 2021.

Joko menambahkan di pekon tersebut terdapat 170 KK yang mendapatkan alokasi BLT dari dana desa. Dari jumlah tersebut berarti Pekon harus mengeluarkan dana desa untuk program BLT sebanyak Rp612 juta, sedangkan dana desa sekitar Rp800 juta.

"Setelah dianggarkan untuk BLT tentu sisanya bisa saja digunakan untuk fisik. Tapi akan habis lebih dulu untuk program ekonomi kerakyatan," ujarnya.

Kendati demikian, dia berharap pada 2021 ini bisa melanjutkan pembangunan fisik pada pekerjaan drainase yang terprogram dua tahun silam. 

Sementara Sekretaris Pekon Srirahayu Kecamatan Banyumas, M. Toha, menjelaskan besaran dana desa 2021 di prediksi sebesar Rp878.730.000. Dana itu lebih dari 50 persen akan disalurkan untuk BLT sebagai tindak lanjut instruksi pemerintah guna membantu masyarakat terdampak covid-19.

Dia menjelaskan untuk BLT terdampak Covid dengan besaran Rp300 ribu per KK per tahun. Dengan adanya 148 KK, maka dana desa yang dialokasi untuk BLT sebesar Rp532.800.000. 

Selain untuk covid-19, pihaknya juga akan menggunakannya untuk mengatasi masalah kesehatan khususnya stunting. Sedangkan untuk pemulihan ekonomi dengan bantuan untuk KWT, kelompok usaha bersama dan Pokdakan, berupa bantuan bibit, pencetak batu bata, dan mesin jahit. 

"Kami pesimistis pada 2021 bisa membangun secara fisik seperti sebelum pandemi. Tetapi karena ini program pemerintah tetap akan dimaksimalkan," kata dia.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar