#bos

Dana BOS bagi Madrasah di Pesisir Barat Sudah Cair

( kata)
Dana BOS bagi Madrasah di Pesisir Barat Sudah Cair
Kasi Pendis Kemenag Pesisir Barat, Nursaad. Lampost.co/Yon Fisoma

Krui (Lampost.co) -- Dana bantuan operasional sekolah (BOS) semester  pertama untuk madrasah aliah (MA),  madrasah tsanawiah (MTS), madrasah ibtidaiah (MI), dan raudhatul athfal di Pesisir Barat sudah cair. Dana BOS untuk keempat jenjang pendidikan tersebut mencapai Rp2.352.750.000.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag)  Pesisir Barat Yulizar Andri melalui Kasi Pendis, Nursaad, mengatakan dana itu untuk enam MA, 21 MTs, 13 MI, dan delapan RA yang ada di kabupaten itu. "Untuk RA dan MI sudah bisa diambil pada 10 Februari 2020, sedangkan MA dan MTs pada 13 Februari. Dana BOS dipergunakan sesuai juknis BOS tahun 2020 dan langsung ke rekening sekolah,” katanya, Kamis, 20 Februari 2020.

Dana BOS digunakan biaya operasional dan penunjang sarana prasarana, seperti pembelian buku pelajaran, pemeliharaan, dan penambahan fasilitas sekolah. “Di dalamnya juga ada untuk kesejahteraan guru honor dan hak siswa, seperti kegiatan ektrakurikuler," ujarnya.

Dia menambahkan Meskipun saat ini dana itu langsung ditransfer ke rekening sekolah masing-masing, pengawasan tetap dilakukan. "Setiap madrasah yang hendak mencairkan dana BOS tahap pertama tahun 2020 ini harus menyerahkan SPj BOS tahun 2019. Kalau mau mengambil lagi juga harus menyerahkan pertanggungjawaban dana tersebut yang sebelumnya sudah diambil kepada kami," katanya.

Dia menjelaskan dari dana BOS semester pertama yaitu dari Januari—Juni 2020 tersebut untuk MA Rp750 ribu/siswa, MTs Rp550 ribu/siswa, MI Rp450 ribu/siswa, dan RA Rp300 ribu/siswa. Untuk MA diberikan kepada 412 siswa, MTs (2.337), MI (1.524), dan RA (242).

"Kalau dilihat secara gelondongan memang besar mencapai Rp2 miliar lebih, tetapi itukan dibagi-bagi demikian banyak kebutuhan madrasah yang masih perlu dibenahi. Harapannya tentu dana BOS dapat betul-betul dimanfaat sesuai peruntukannya dan aturan yang ada," katanya.

Dana BOS semester pertama itu diambil dua tahap, yaitu triwulan pertama dan triwulan kedua. Itu dapat diambil kalau sekolah telah menyerahkan SPj penggunaannya kepada Kemenag.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar