#damri#pandemi

Damri Akui Menunggak Gaji dan THR Karyawan

( kata)
Damri Akui Menunggak Gaji dan THR Karyawan
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) -- Perusahaan jasa transportasi, Damri mengaku memiliki masalah keuangan akibat pandemi Covid-19. Imbasnya, perusahaan BUMN itu menunggak gaji karyawan dan pembayaran tunjangan hari raya (THR) 2021 yang tak penuh.

Respons tersebut membenarkan pernyataan dari Ketua Umum Serikat Pekerja Dirgantara, Digital, dan Transportasi soal masalah upah pegawai Damri.

Baca juga: Bus DAMRI Terbakar di Jalinsum, Sidomulyo

"Untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir perusahaan mencatat kerugian. Kondisi tersebut memaksa perusahaan menangguhkan pembayaran sebagian upah karyawan perusahaan, termasuk direksi," kata Corporate Secretary Perum Damri Sidik Pramono dalam rilis resmi yang diterima Lampost.co, Rabu, 16 Juni 2021.

Sidik mengatakan karena sifatnya penundaan gaji, maka hal tersebut dicatat sebagai utang perusahaan. Jika pada saatnya nanti kondisi membaik, kewajiban dari Damri akan dilakukan.

Selain itu, Sidik juga membenarkan soal permasalahan THR. Meski tidak menerangkan secara detail berapa tunggakan pembayaran itu, dia mengaku sudah membicarakan kasus ini ke serikat pekerja.

"Besaran THR Lebaran 2021 telah ditetapkan sesuai dengan kemampuan keuangan perusahaan dan hal tersebut sudah dikomunikasikan kepada Serikat Pekerja," ucapnya.

"Tidak benar jika dinyatakan para pekerja kesulitan mengadakan perundingan bipartit dengan manajemen," tandas Sidik.

Terpisah, Ketua Umum Serikat Pekerja Dirgantara, Digital, dan Transportasi, Iswan Abdullah dalam konferensi pers hari ini secara blak-blakan mengatakan upah bagi pegawai Damri ada yang ditunggak hingga delapan bulan lamanya. Serta masalah THR yang dibayarkan tidak full.

"Apakah Pak Menteri BUMN (Erick Thohir) tidak tahu ada pengabaian hak pekerja seperti ini, yang mana Damri tidak membayarkan upah 5-8 bulan. Pekerja di Bandung ada yang dibayar cuma Rp700 ribu (THR)," ucapnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar